Tablet Pelancar ASI Jauh Lebih Efektif, Apa Anda Yakin?
Tablet Pelancar ASI Jauh Lebih Efektif, Apa Anda Yakin?
Hasil dari konsumsi tablet pelancar ASI sudah ada yang membuktikannya, namun apakah Anda yakin jika tablet tersebut yang memberikan hasil tersebut?
Bagi sebagian ibu, memerah susu biasa dilakukan untuk menyediakan bayi nutrisi yang lengkap. Ada yang melakukannya di tiap 2 jam sekali, bahkan ada yang lebih sering. Harapannya cuma satu, bayi bisa mendapatkan jatah air susu yang cukup.
Kondisi ini biasanya dialami oleh ibu yang memiliki kesibukan ekstra, misalnya adalah memiliki pekerjaan di kantor dan lain sebagainya.
Penyediaan ASI memang harus diberikan, terutama ketika bayi masih berusia di bawah 6 bulanan. Karena bayi usia tersebut masih sangat membutuhkan ASI.
Bahkan setelah melewati usia tersebut, bayi masih membutuhkan ASI semisal sampai bayi berusia 2 tahun.
Tentu ASI ini sangat penting, terlepas dari pemanfaatan makanan tambahan ataupun susu formula setelah anak cukup dewasa. Pentingnya sumber makanan ini tak lain untuk menjaga tumbuh kembang buah hatinya.
Kembali pada kebiasaan memerah, hasil dari memerah susu sendiri ini bisa berbeda-beda. Ada yang begitu lancar sehingga memperoleh jatah ASI yang melimpah, ada juga yang hanya sedikit hASIlnya.
Tentu hasil yang sedikit ini kurang menyenangkan. Alhasil, ibu akan mencari ide tentang bagaimana cara menderaskan ASInya. Salah satunya bisa dengan memanfaatkan tablet untuk pelancar ASI.
Fakta Mengenai Tablet Untuk Melancarkan ASI
Bicara mengenai pelancar ASI, banyak ibu akan tertarik ketika melihat sejumlah ibu mampu menderaskan ASInya. Khususnya ibu yang mengalami sedikit kendala dengan sedikitnya ASI yang keluar dari PD (payudara).
Jenis pelancaran air susu ini juga banyak, mulai dari yang berupa produk sampai dengan ramuan herbal. Bahkan ada juga yang berupa makanan yang bernutrisi.
Ibu yang mengalami kendala pada jumlah ASI tentu sangat tergoda untuk memanfaatkannya. Bahkan ibu akan rela untuk mengkonsumsinya meskipun belum tahu pasti apakah caranya bisa berhasil atau tidak.
Perlu ibu ketahui, produk untuk melancarkan ASI ini punya sisi negatif dan positif. Oleh karenanya, ibu perlu mengetahuinya sebelum menggunakannya.
Fakta mengenai sisi positif pemanfaatan produk berupa tablet adalah produk tersebut sifatnya merangsang pada produksi ASI saja.
Misalnya ibu mengalami permasalahan pada minimnya jumlah ASI karena tubuh belum mengirimkan sinyal untuk memproduksinya, maka dengan produk tertentu ASI diharapkan mampu merangsang kembali pada produksinya.
Sementara fakta negatifnya, terkadang produk tersebut bisa mempengaruhi pada perubahan kondisi ibu dan bayi.
Dicontohkan dengan adanya efek keringat berbau, bahkan feses yang dikeluarkan ibu dan bayi akan encer. Dan keadaan ini akan kembali normal setelah ibu menghentikannya.
Bahkan bila ibu mengkonsumsinya secara berlebihan, ada kalanya ibu malah mual. Dan ini tentu kurang baik untuk kesehatan ibu karena kemungkinannya ibu akan menahan untuk makan di waktu tertentu.
Apakah Ibu Perlu Meninggalkan Pemanfaatan Tablet Pelancaran ASI?
Normalnya, ibu akan mengkonsumsi beberapa tablet di tiap harinya. Sama seperti jika ibu mengkonsumsi pil, maka akan ada pengaruhnya yang tertinggal di tubuh.
Hal inilah yang kemudian membuat adanya efek samping bagi tubuh. Namun beberapa ibu bisa saja tidak mengalaminya.
Menyadari akan ada efek sampingnya, tidak berlebihan kalau ibu perlu berhati-hati jika ingin mengkonsumsinya.
Ketika ibu mengalami masalah sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, ada baiknya jika ibu mulai menghentikan aktifitas meminum tablet tersebut.
Ibu bisa mencari cara lain yang mana bisa membantu untuk menderaskan kembali ASI di PD. Itu yang terpenting buat Anda.
Intinya, ketika ibu merasa cocok dengan sebuah produk, maka Anda bisa melanjutkannya. Tapi jika tidak, ada kalanya Anda perlu menggunakan cara lainnya yang lebih aman.
Seperti Apa Cara Yang Aman Untuk Melancarkan ASI?
Untuk menderaskan ASI, sebenarnya ada dua hal yang seharusnya ibu pahami. Pertama adalah rangsangan dari makanan/suplemen. Kedua adalah daya hisap anak.
Mengenai pemicu derasnya ASI, pemanfaatan makanan atau dedaunan yang alami jauh lebih baik ketimbang obat.
Anda tentunya tahu daun katu bukan? Daun katu ini sudah menjadi daun paling populer dimanfaatkan oleh ibu yang baru melahirkan. Tujuannya adalah untuk merangsang tubuh agar ASI bisa diproduksi secara melimpah.
Selain memanfaatkan daun katu (katuk), pemanfaatan dedaunan hijau lainnya juga bagus. Dedaunan hijau yang dimaksud adalah sayuran hijau seperti daun bayam dan lain sebagainya.
Makanan-makanan sehat ini nantinya bisa mengirimkan sinyal pada tubuh agar bisa memproduksi ASI lebih cepat.
Sementara mengenai daya hisap bayi, ASI akan melimpah ketika ibu sering memberikan buah hatinya ASI. Yakni dengan cara yang konvensional seperti menyusui.
Di sini, biarkan bayi menghisap sendiri dari PD ibu. Daya hisap ini akan semakin kencang ketika bayi sangat lapar. Daya hisap bayi ini juga akan menurun ketika bayi sudah mulai kenyang.
Yang terpenting, cadangan ASI di dalam PD ibu bisa dikeluarkan semua. Artinya, bayi meminum ASI dari PD sampai habis.
Dengan adanya kekosongan ASI pada PD, maka sistem yang ada di dalam tubuh ibu akan bereaksi secara otomatis. Yaitu membuat sistem di dalam PD bekerja untuk menghasilkan ASI agar memenuhi PD kembali.
Kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian ibu sebelum mencari-cari semacam produk untuk melancarkan ASI.
Supaya kelancaran ASI tetap terjaga, maka kombinasi menyusui dengan pemanfaatan makanan/suplemen perangsang akan jauh lebih bagus. Dan untuk perangsangnya, Lactatea lebih baik ketimbang produk berupa tablet.
Intinya, tablet pelancar ASI atau semacamnya bisa efektif bila diimbangi dengan seringnya ibu menyusui bayi.
sumber: www.lactatea.com
Komentar
Posting Komentar