Cara Mengeluarkan ASI Setelah Melahirkan
Cara Mengeluarkan ASI Setelah Melahirkan
Setelah melahirkan, sangat disarankan untuk para ibu agar memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Akan tetapi terkadang ASI tersebut sulit keluar dari payudara sang ibu bahkan tak sedikit para ibu menyusui yang merasakan sakit akibat ASI yang tidak bisa keluar setelah melahirkan.
Sebetulnya ASI yang tidak keluar setelah melahirkan menjadi masalah yang normal bagi para ibu menyusui. Sedangkan ASI tersebut baru bisa keluar ketika dua sampai tiga hari pasca melahirkan. Akan tetapi tak sedikit ibu yang menyusui yang ASInya belum keluar hingga hari keempat sehingga menimbulkan rasa cemas tersendiri. Oleh karena itu bagi ibu yang menyusui maka sebaiknya perlu mengetahui penyebab ASI tidak keluar serta cara mengeluarkan ASI setelah melahirkan.
Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan
Perlu anda ketahui bahwa ASI yang tidak keluar setelah melahirkan sebetulnya bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Akan tetapi beberapa faktor tersebut mungkin belum disadari oleh sebagian besar ibu menyusui. Berikut ini akan dijelaskan faktor yang menjadi penyebab ASI tidak keluar setelah melahirkan.
- Faktor kelahiran
Faktor kelahiran bisa menjadi penyebab ASI tidak bisa keluar setelah ibu melahirkan. Faktor kelahiran ini diantaranya ibu yang stress atau merasakan trauma ketika persalinan. Terlebih jika persalinan tersebut dilakukan secara Caesar maka hormon stress yang dialami oleh ibu akan berdampak pada tertundanya proses pengeluaran ASI. Selain itu penggunaan cairan infus juga dapat membuat payudara menjadi bengkak sehingga ketersediaan ASI menjadi tertunda. Faktor kehilangan banyak darah, plasenta yang bertahan serta obat penghilang rasa sakit dapat berpengaruh pada penundaan ASI. - Kesehatan ibu
Ibu menyusui yang memiliki masalah kesehatan akan dapat berpengaruh pada produksi ASI. Adapun beberapa kondisi yang dapat berpengaruh tersebut diantaranya ibu yang memiliki riwayat penyakit diabetes ketika hamil sehingga tubuh akan kesulitan memproduksi hormon insulin. Hormon insulin ini akan mempengaruhi produksi ASI. Selain itu, faktor gestational ovarian theca lutein cysts yang bisa berdampak pada kadar hormon testosterone sehingga dapat berdampak pada produksi ASI. Ibu yang obesitas juga bisa mengalami kendala produksi ASI. - Faktor payudara ibu
Payudara ibu bisa berpengaruh pada proses pelancar ASI sehingga ASI akan sulit keluar ketika setelah melahirkan. Masalah faktor payudara ibu ini diantaranya kelahiran yang prematur sehingga jaringan payudara ibu belum mampu memproduksi ASI. Payudara juga belum bisa berkembang sempurna karena adanya hypoplasia. Faktor lain yaitu adanya operasi atau cidera pada payudara, serta bentuk puting yang tidak biasa. - Manajemen menyusui
Jika ibu dan bayi dipisahkan setelah melahirkan maka akan mempengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui. Karena semakin sering ibu memompa ASI maka ASI yang keluar akan semakin banyak.
Cara Mengeluarkan ASI Setelah Melahirkan
Bagi ibu menyusui maka jika ASI yang keluar banyak akan menjadi kebanggaan tersendiri. Akan tetapi jika ASI yang keluar tersebut sedikit maka akan menjadi masalah. Oleh karena bagi ibu menyusui setelah melahirkan maka berikut ini akan dijelaskan cara yang bisa menjadi pelancar ASI.
- Pijat payudara
Memijat payudara bisa menjadi bisa untuk melancarkan ASI yang tentu mudah untuk dilakukan. Dengan cara ini maka produksi ASI menjadi lebih lancar namun sebaiknya lakukan cara ini secara rutin setiap hari. Selain itu, pemijatan untuk melancarkan ASI ini bisa anda lakukan pada malam hari setelah menyusui agar ASI semakin berlimpah. - Menyusui setiap 2 jam
Agar ASI keluar lancar setelah melahirkan maka cara pelancar ASI yang bisa anda lakukan adalah dengan menyusui setiap 2 jam sekali. Dengan sering menyusui maka semakin banyak ASI yang keluar sehingga nutrisi bayi akan tercukupi dengan baik. - Menyusui secara bergantian
Cara mengeluarkan ASI setelah melahirkan bisa anda lakukan dengan menyusui secara bergantian menggunakan payudara kiri dan kanan. Akan tetapi berikan sela sekitar 10 menit untuk ganti payudara yang lain sehingga kebutuhan ASI akan tercukupi. - Memperhatikan posisi selama menyusui
Mungkin tanpa anda sadari ternyata posisi menyusui yang salah bisa berdampak pada sulitnya ASI untuk keluar. Pastikan puting payudara masuk pada mulut bayi sehingga ASI dapat dipompa dalam jumlah yang banyak. Pastikan pula pipi bayi berada pada posisi areola sehingga aliran ASI menjadi lancar. - Memenuhi kebutuhan air putih
Cara mengeluarkan ASI setelah melahirkan bisa dilakukan dengan mengkonsumsi air putih secara cukup. Bagi ibu menyusui disarankan untuk mengkonsumsi air putih di pagi hari agar tubuh terhindar dari dehidrasi. - Membiarkan bayi menyusu sesering mungkin
Bagi ibu menyusui sebaiknya meletakkan bayi di dekat payudara setelah melahirkan. Cara ini dilakukan untuk membantu merangsang ASI serta membantu untuk melancarkan ASI setelah melahirkan. - Mengompres payudara dengan air hangat
Air hangat bisa menjadi pelancar ASI murah yang ampuh bagi ibu menyusui. Caranya dengan mengompres payudara menggunakan air hangat dan disertai dengan pijatan lembut di sekitar area payudara. - Melakukan rangsangan pada puting
Puting adalah bagian yang sangat sensitif sehingga harus dilakukan pemijatan secara perlahan sebagai upaya untuk melancarkan ASI bagi ibu menyusui setelah melahirkan. Pijatan lembut tersebut akan merangsang reflex oksitosin yang akan membantu produksi ASI menjadi lebih lancar dan banyak.
Itulah penjelasan mengenai cara mengeluarkan ASI setelah melahirkan. Melalui penjelasan di atas kini para ibu menyusui setelah melahirkan maka tak perlu khawatir jika ASI sulit keluar karena cara di atas akan membantu melancarkan ASI serta menjadi pelancar ASI murah.
Komentar
Posting Komentar