Bermasalahkah asupan ASI sedikit?

Bermasalahkah  Asupan ASI Sedikit?

 

ASI atau Air Susu Ibu adalah sumber kehidupan yang sangat baik untuk bayi dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Kegiatan pemberian ASI sangat direkomendasikan mulai bayi baru terlahir ke dunia hingga buah hati anda genap berumur 2 tahun. Berikut pembahasan tentang ASI selanjutnya.

 

Manfaat Baik ASI

ASI mempunyai sejumlah manfaat baik, diantaranya adalah mengurangi beragam jenis kurangnya nutrisi. Hal ini karena kandungan zat besi dalam ASI bisa diserap dengan lebih baik jika dibanding dengan sumber zat besi yang lain. Didalam ASI terkandung sebuah zat yang menjadikan bayi memiliki kecerdasan yang lebih di kemudian hari. Selain itu, ASI juga juga memiliki lapisan di bagian dalam dari saluran pencernaan guna mencegah kuman yang menyebabkan penyakit dan protein berat terserap menuju ke dalam tubuh.

Air Susu Ibu mendorong tumbuh kembang bakteri sehat yang ada didalam usus yakni Lactobacillus bifidus dimana jenis bakteri ini berperan untuk mencegah timbulnya penyakit lain yang dimungkinkan bisa tumbuh didalam saluran pencernaan serta untuk mencegah diare. ASI mengandung sebuah zat yang disebut dengan laktoferin yang kemudian dikombinasikan dengan zat besi yang mana juga dapat mencegah tumbuhnya kuman yang menyebabkan penyakit.

Hal yang lebih penting dari peran ASI adalah untuk memenuhi kebutuhan kasih sayang khususnya dari sang ibu dimana hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan emosi dan akan semakin meningkatkan ikatan antara bayi dan ibu. Hal ini sangat penting perannya karena turut berperan didalam menentukan sikap dan perilaku anak  di hari kemudian, secara tidak langsung menstimulas perkembangan otaknya, merangsang perhatian anak terhadap sekitarnya dan semakin meningkatkan percaya diri sang anak dimana hal ini akibat pengaruh dari terbentuknya rasa aman nyaman ketika disusui oleh ibunya.

 

Tanda-Tanda Buah Hati Kekurangan ASI

Perlu anda ketahui jika dibanding susu formula, ASI dapat terserap dengan mudah, cepat dan sempurna oleh tubuh. Oleh sebab itu, bayi harus menyusu paling tidak 2 hingga jam sekali. Disamping itu, bayi yang sedang masuk dalam fase growth spurt dimana fase growth spurt adalah sebuah fase dimana tumbuh dan kembang bayi akan semakin cepat sehingga kebutuhan nutrisinya akan lebih banyak dari biasanya.

Jika ASI seret dan hanya keluar sedikit maka kemungkinan kebutuhan ASI yang dibutuhkan oleh bayi akan berkurang pula. Jangan disepelekan, ternyata hal ini akan berdampak pada si buah hati. Oleh sebab itu, kenali bagaimana tanda-tanda bayi anda kekurangan ASI. Inilah tanda-tanda jika bayi anda kekurangan ASI:

  1. Berat badannya menurun.

  2. Berkurangnya buang air kecil dimana frekuensinya kurang dari 8 jenis popok kain atau kurang dari sejumlah 6 jenis popok sekali pakai dalam sehari selama 24 jam.

  3. Feses bayi hanya sedikit dan cenderung tetap berwarna hitam atau hijau setelah usianya 5 hari.

  4. Urin bayi kelihatan gelap layaknya warna jus apel padahal seharusnya warna urinnya berwarna jernih bila kebutuhan ASInya tercukupi.

  5. Buah hati menjadi rewel dan mengalami penurunan kesadaran atau lebih dikenal dengan letargi ditandai dengan kelihatan mengantuk ketika disusui dan marah saat putingnya dilepas.

  6. Usai menyusui, payudara tidak terasa lunak.

  7. Saat menyusui, anda jarang mendengar suara buah hati menelan ASI.


Jika  7 tanda diatas anda temukan pada bayi dan diri anda maka segeralah berkonsultasi dengan dokter  khususnya dokter spesialis anak supaya dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Kekurangan ASI pada buah hati akan membuatnya mengalami potensi kegagalan pada pertumbuhannya serta menjadi pemicu terjadinya dehidrasi terhadap buah hati.

 

Solusi Meningkatkan Produksi ASI Yang Sedikit

Sedikit produksi ASI sang ibu yang menyebabkan buah hati kekurangan ASI sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah solusi untuk membuat keluarnya ASI bertambah dan semakin meningkat sehingga tidak menyebabkan efek buruk untuk buah hati serta tercukupi kebutuhan ASInya.

Bila anda memiliki masalah yang sama yaitu hanya bisa sedikit memproduksi ASI maka solusi yang bisa diambil adalah mencari cara agar produksi ASI dapat semakin meningkat. Nah, bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah menggunakan bahan-bahan alami pelancar ASI seperti daun katuk, daun kelor dan bahan-bahan dari alam lainnya. Akan tetapi, kini bahan-bahan itu semakin susah untuk didapatkan karena memang semakin langka. Jika sudah demikian maka anda perlu solusi lain untuk mengatasinya. Gunakan produk pelancar ASI yang terpercaya dan terbukti kandungannya memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi ASI anda.

Mungkin anda bertanya-tanya tentang apa produk pelancar ASI yang baik dan tepat untuk dikonsumsi. Produk pelancar ASI yang sangat disarankan adalah Lactatea mujarab yang memiliki kandungan herbal dimana fungsinya sama yakni untuk melancarkan produksi ASI. Kandungan didalam Lactatea mujarab terbentuk dari bahan-bahan herbal seperti daun katuk, daun kelor dan bahan herbal lainnya sehingga aman untuk kesehatan ibu dan bayi dan tidak menimbulkan efek yang buruk sehingga sangat cocok sebagai produk pelancar ASI.

Lactatea mujarab telah memperoleh izin dari Dinas Kesehatan sehingga anda tak perlu khawatir mengkonsumsinya sebagai pelancar ASI karena telah melalui sejumlah ujian.  Sedangkan untuk harga, Lactatea mujarab dibanderol dengan harga bersahabat yang ramah di kantong. Karenanya, Lactatea mujarab dikenal pula dengan sebutan pelancar asi murah. Meski terkenal dengan sebutan pelancar asi murah, namun Lactatea mujarab bukan ramuan herbal murahan dimana buktinya sudah banyak yang merasakan efek baik darinya.

sumber:www.lactatea.com

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan Lactatea Yang Aman Untuk Menambah ASI

Suplemen Pelancar ASI Terbaik Tidak Bekerja Efektif Jika Ibu Membiasakan Hal Ini!

Makanan Perangsang ASI yang Dapat Dikonsumsi Ibu Menyusui