Yuk Cari Tahu Penyebab ASI Tidak Keluar Lagi
Banyak ibu yang stres akibat ASI tidak keluar lagi. Padahal mungkin usia si kecil masih di bawah 6 bulan. Bagi ibu yang tahu pentingnya memberikan ASI eksklusif hingga usia bayi mencapai 6 bulan, mereka pasti kecewa ketika ASI tidak bisa mereka produksi lagi.
Sebenarnya masalah ini bukan masalah alamiah. Ada faktor penyebabnya. Sayangnya, banyak ibu yang tidak menyadari bawasannya mereka sendirilah yang menyebabkan ASI tidak bisa mereka produksi lagi. Meskipun memang ada faktor lain yang tidak bisa mereka kendalikan seperti faktor hormonal atau faktor kesehatan yang menurun akibat penyakit tertentu.
Beberapa Faktor Penyebab Yang Sering Terjadi
Beruntung sekali jika ada ibu yang masih optimis dan termotivasi untuk berusaha memberikan ASI eksklusif. Meskipun ASI nya sudah tidak lagi lancar, ia masih tetap mencoba memberikan ASI kepada sang buah hati.
Namun, pada kenyataannya, banyak ibu yang justru menyerah memberikan ASI ketika usia bayi sudah mencapai 3-4 bulan. Alasannya klise. Mereka merasa bayi sudah memerlukan lebih banyak lagi asupan gizi selain ASI. Akhirnya mereka memberikan susu formula. Bahkan, tidak jarang juga bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan sudah mendapatkan makanan yang dilunakkan.
Bagi ibu yang masih tetap berusaha memberikan ASI di tengah produksi ASI yang menurun dan bahkan sudah tidak keluar lagi, ada beberapa hal perlu diketahui. Mungkin saja kesalahan-kesalahan inilah yang menjadi penyebab ASI tidak keluar lagi.
Banyak sekali metode KB atau keluarga berencana. Yang paling sering dipilih oleh masyarakat saat ini adalah dengan mengkonsumsi pil KB. Metode ini jelas lebih mudah dan lebih murah.
Sayangnya, ada efek samping yang bisa terjadi, yaitu menurunnya produksi. Bahkan, tidak jarang ibu yang tidak bisa memproduksi ASI ketika mulai mengkonsumsi pil KB.
Efek ini berbeda antara ibu yang satu dengan yang lain. Ada yang merasa tidak ada pengaruh apapun antara konsumsi pil KB dengan produksi ASI. Mereka tetap bisa memberikan ASI meskipun mengkonsumsi pil KB. Akan tetapi, jika ibu tidak lagi bisa memproduksi ASI, ada kemungkinan hal tersebut merupakan pengaruh dari pil KB yang ibu konsumsi.
Paling mudah adalah menasehati para ibu yang sedang hamil. Saat hamil, mereka mudah sekali untuk dilarang mengkonsumsi makanan tertentu. Bahkan, mereka kuat untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mereka sukai jika memang makanan tersebut tidak baik untuk bayi yang ada di dalam kandungan.
Lain hal jika bayi sudah lahir. Banyak ibu yang lupa dengan kebiasaan baik yang mereka terapkan selama masa kehamilan. Mereka sudah mulai mengkonsumsi fast food, kopi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, banyak dari mereka yang memiliki kebugaran yang menurun. Akibatnya, produksi pun menurun. Harus dipahami bawasannya produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan sang ibu.
Sebenarnya ini bukan kesalahan. Hanya saja, kebanyakan wanita yang sudah habis masa cutinya dan akhirnya kembali bekerja mengalami stres. Stres inilah yang mempengaruhi produksi ASI.
Banyak wanita karir yang gagal memberikan ASI eksklusif disebabkan oleh hal yang sepele ini, yaitu stres saat bekerja. Ini yang harus diantisipasi oleh para ibu yang memutuskan untuk bekerja sekaligus tetap memberikan ASI eksklusif.
Solusi Mengatasi ASI Yang Tidak Keluar Lagi
Setiap masalah pasti ada solusi. Begitu juga dengan masalah tidak keluarnya ASI. Ada beberapa solusi yang harus dilakukan oleh para ibu yang ingin benar-benar memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati mereka.
Sebenarnya, ini yang paling dominan mempengaruhi produksi ASI. Tanpa motivasi yang kuat, program ASI eksklusif sulit sekali dilakukan. Hal ini sudah terbukti. Banyak ibu rumah tangga yang sebenarnya tidak begitu sibuk dengan kegiatan setiap hari namun mereka gagal memberikan ASI eksklusif. Sementara itu, tidak sedikit wanita karir yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Letak perbedaannya hanya pada motivasi yang kuat pada setiap ibu.
Selain motivasi yang kuat, seorang ibu harus pandai mengatur waktu. Ini berkaitan dengan kesehatan fisik dan psikis. Seorang ibu yang menyusui harus menjaga kesehatan fisik dan juga psikis. Anda harus mengatur kapan waktnya beraktivitas dan kapan waktunya beristirahat. Dengan demikian, tubuh tidak drop dan ASI bisa terus diproduksi.
Secara alami, produksi ASI semakin hari semakin menurun. Untuk itu, diperlukan suplemen ASI atau yang sering disebut dengan ASI booster agar produksi ASI selalu terjaga.
Dalam hal ini, banyak sekali jenis suplemen pelancar ASI, mulai yang berbentuk kapsul, susu, dan juga teh. Yang paling disarankan adalah suplemen ASI yang berbentuk ASI. Namanya Lactatea.
Lactatea terbuat dari bahan herbal seperti daun katuk, jinten hitam, fenugreek, daun kelor, serta herbal-herbal lainnya. Herbal yang terkandung di dalam Lactatea ini sudah terbukti mampu meningkatkan produksi ASI. Diharapkan, dengan mengkonsumsi teh ini setiap hari, produksi ASI akan semakin meningkat.
Untuk memesan Lactatea ini, Anda bisa hubungi www.lactatea.com atau kunjungi fanpage nya di https://www.facebook.com/lactatea/.
Harga ASI booster tea ini sangat terjangkau. Hanya Rp 100.000 saja. Anda bisa mendapatkan satu pack Lactatea 250 gram. Satu pack tersebut bisa Anda gunakan selama satu bulan. Dengan mengkonsumsi tea ASI booster ini, diharapkan Anda tidak mengalami masalah dengan ASI yang susah keluar.
Sebenarnya masalah ini bukan masalah alamiah. Ada faktor penyebabnya. Sayangnya, banyak ibu yang tidak menyadari bawasannya mereka sendirilah yang menyebabkan ASI tidak bisa mereka produksi lagi. Meskipun memang ada faktor lain yang tidak bisa mereka kendalikan seperti faktor hormonal atau faktor kesehatan yang menurun akibat penyakit tertentu.
Beberapa Faktor Penyebab Yang Sering Terjadi
Beruntung sekali jika ada ibu yang masih optimis dan termotivasi untuk berusaha memberikan ASI eksklusif. Meskipun ASI nya sudah tidak lagi lancar, ia masih tetap mencoba memberikan ASI kepada sang buah hati.
Namun, pada kenyataannya, banyak ibu yang justru menyerah memberikan ASI ketika usia bayi sudah mencapai 3-4 bulan. Alasannya klise. Mereka merasa bayi sudah memerlukan lebih banyak lagi asupan gizi selain ASI. Akhirnya mereka memberikan susu formula. Bahkan, tidak jarang juga bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan sudah mendapatkan makanan yang dilunakkan.
Bagi ibu yang masih tetap berusaha memberikan ASI di tengah produksi ASI yang menurun dan bahkan sudah tidak keluar lagi, ada beberapa hal perlu diketahui. Mungkin saja kesalahan-kesalahan inilah yang menjadi penyebab ASI tidak keluar lagi.
- Mengkonsumsi Pil KB
Banyak sekali metode KB atau keluarga berencana. Yang paling sering dipilih oleh masyarakat saat ini adalah dengan mengkonsumsi pil KB. Metode ini jelas lebih mudah dan lebih murah.
Sayangnya, ada efek samping yang bisa terjadi, yaitu menurunnya produksi. Bahkan, tidak jarang ibu yang tidak bisa memproduksi ASI ketika mulai mengkonsumsi pil KB.
Efek ini berbeda antara ibu yang satu dengan yang lain. Ada yang merasa tidak ada pengaruh apapun antara konsumsi pil KB dengan produksi ASI. Mereka tetap bisa memberikan ASI meskipun mengkonsumsi pil KB. Akan tetapi, jika ibu tidak lagi bisa memproduksi ASI, ada kemungkinan hal tersebut merupakan pengaruh dari pil KB yang ibu konsumsi.
- Lupa Kebiasaan Baik
Paling mudah adalah menasehati para ibu yang sedang hamil. Saat hamil, mereka mudah sekali untuk dilarang mengkonsumsi makanan tertentu. Bahkan, mereka kuat untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mereka sukai jika memang makanan tersebut tidak baik untuk bayi yang ada di dalam kandungan.
Lain hal jika bayi sudah lahir. Banyak ibu yang lupa dengan kebiasaan baik yang mereka terapkan selama masa kehamilan. Mereka sudah mulai mengkonsumsi fast food, kopi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, banyak dari mereka yang memiliki kebugaran yang menurun. Akibatnya, produksi pun menurun. Harus dipahami bawasannya produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan sang ibu.
- Kembali Bekerja
Sebenarnya ini bukan kesalahan. Hanya saja, kebanyakan wanita yang sudah habis masa cutinya dan akhirnya kembali bekerja mengalami stres. Stres inilah yang mempengaruhi produksi ASI.
Banyak wanita karir yang gagal memberikan ASI eksklusif disebabkan oleh hal yang sepele ini, yaitu stres saat bekerja. Ini yang harus diantisipasi oleh para ibu yang memutuskan untuk bekerja sekaligus tetap memberikan ASI eksklusif.
Solusi Mengatasi ASI Yang Tidak Keluar Lagi
Setiap masalah pasti ada solusi. Begitu juga dengan masalah tidak keluarnya ASI. Ada beberapa solusi yang harus dilakukan oleh para ibu yang ingin benar-benar memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati mereka.
- Motivasi Yang Kuat
Sebenarnya, ini yang paling dominan mempengaruhi produksi ASI. Tanpa motivasi yang kuat, program ASI eksklusif sulit sekali dilakukan. Hal ini sudah terbukti. Banyak ibu rumah tangga yang sebenarnya tidak begitu sibuk dengan kegiatan setiap hari namun mereka gagal memberikan ASI eksklusif. Sementara itu, tidak sedikit wanita karir yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Letak perbedaannya hanya pada motivasi yang kuat pada setiap ibu.
- Mengatur Waktu
Selain motivasi yang kuat, seorang ibu harus pandai mengatur waktu. Ini berkaitan dengan kesehatan fisik dan psikis. Seorang ibu yang menyusui harus menjaga kesehatan fisik dan juga psikis. Anda harus mengatur kapan waktnya beraktivitas dan kapan waktunya beristirahat. Dengan demikian, tubuh tidak drop dan ASI bisa terus diproduksi.
- Mengkonsumsi Suplemen
Secara alami, produksi ASI semakin hari semakin menurun. Untuk itu, diperlukan suplemen ASI atau yang sering disebut dengan ASI booster agar produksi ASI selalu terjaga.
Dalam hal ini, banyak sekali jenis suplemen pelancar ASI, mulai yang berbentuk kapsul, susu, dan juga teh. Yang paling disarankan adalah suplemen ASI yang berbentuk ASI. Namanya Lactatea.
Lactatea terbuat dari bahan herbal seperti daun katuk, jinten hitam, fenugreek, daun kelor, serta herbal-herbal lainnya. Herbal yang terkandung di dalam Lactatea ini sudah terbukti mampu meningkatkan produksi ASI. Diharapkan, dengan mengkonsumsi teh ini setiap hari, produksi ASI akan semakin meningkat.
Untuk memesan Lactatea ini, Anda bisa hubungi www.lactatea.com atau kunjungi fanpage nya di https://www.facebook.com/lactatea/.
Harga ASI booster tea ini sangat terjangkau. Hanya Rp 100.000 saja. Anda bisa mendapatkan satu pack Lactatea 250 gram. Satu pack tersebut bisa Anda gunakan selama satu bulan. Dengan mengkonsumsi tea ASI booster ini, diharapkan Anda tidak mengalami masalah dengan ASI yang susah keluar.
Komentar
Posting Komentar