Seharusnya Suplemen Seperti Teh Pelancar ASI Tidak Diperlukan
Memberikan kado berupa teh pelancar ASI kepada teman yang baru saja melahirkan bayi menjadi hal yang wajar saat ini. Setidaknya ada satu tujuan mulai yang diinginkan oleh pemberi kado tersebut, yaitu agar teman yang baru melahirkan bayi tersebut bisa memberikan ASI eksklusif.
Fakta menunjukkan banyak ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif. Ini seolah hal yang sepele. Namun, menurut kaca mata dunia medis, tingginya prosentasi kegagalan ibu memberikan ASI eksklusif merupakan sebuah hal yang berbahaya. Ini berhubungan dengan kesehatan generasi selanjutnya. Dan inilah yang sebenarnya paling mendasari munculnya produk suplemen pelancar ASI dengan varian yang berbeda. Ada yang berbentuk tablet, teh, susu, dan lain sebagainya.
Sebenarnya, suplemen seperti teh untuk melancarkan ASI tidak perlu diberikan. Dan tidak mengkonsumsi suplemen semacam itu tidak lantas membuat seorang ibu tidak bisa memberikan ASI. Hal ini disebabkan tubuhnya sudah disiapkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan ASI dalam jumlah yang cukup.
Setiap Ibu Siap Memberikan ASI
Kenapa banyak ibu yang mengatakan ASI mereka tidak keluar? Sebelum berdebat masalah tersebut, alangkah baiknya jika Anda melihat dulu fakta ilmiah yang sudah dijelaskan oleh pakar kesehatan.
Pada dasarnya, seorang ibu yang baru saja melahirkan bayi secara alami bisa memberikan ASI. Dan jumlah ASI yang diproduksi cukup untuk memenuhi kebutuhan si kecil. Hal ini disebabkan sejak awal kehamilan, tubuh seorang ibu sudah disiapkan untuk memproduksi ASI.
Ada istilah ilmiah yang sering digunakan di dunia medis, yaitu Lactogenesis. Ini merupakan istilah dari pembentukan ASI. Dan ternyata, seorang ibu melewati tiga tahap Lactogenesis.
Lactogenesis yang pertama terjadi ketika usia kehamilan sekitar 25 minggu atau hamil trimester ke-3. Hanya saja, ASI tersebut belum bisa keluar lantaran jumlahnya masih sangat sedikit. Jumlah ASI yang diproduksi saat hamil sangat sedikit disebabkan tingginya produksi hormon progesterone dan estrogen di dalam tubuh.
Ada juga ibu hamil yang payudaranya mengeluarkan cairan berwarna kuning keemasan. Ini disebut dengan kolostrum. Biasanya kolostrum ini keluar setelah bayi lahir. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kolostrum ini keluar saat awal produksi ASI di mulai pada tahap Lactogenesis pertama.
Sementara itu, Lactogenesis kedua terjadi ketika proses persalinan. Lebih tepat lagi ketika bayi dan plasenta mulai keluar. Dan tahap ini tidak berhenti pada saat proses persalinan saja, tapi juga sampai 2-3 hari setelah proses persalinan. Pada saat hamil, produksi hormon progesterone dan estrogen meningkat. Sementara itu, setelah bayi lahir, produksi kedua hormon tersebut menurun dan di satu sisi prolaktin lebih banyak sehingga prolaktin membentuk ASI. Inilah mengapa ibu hamil merasa payudara semakin padat dan kencang. Hal ini ternyata disebabkan oleh mulainya proses produksi ASI di dalam tubuh.
Lactogenesis yang ketiga disebut dengan tahap produksi ASI matang. Setelah 2-3 hari bayi lahir ke dunia, seorang ibu belum bisa memproduksi ASI yang matang. Pada hari keempat kelahiran bayi, baru kemudian ASI matang bisa diproduksi. Tahap ini berlangsung hingga anak menginjak usia 2 tahun. Pada tahap ini, produksi ASI tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal berupa nutrisi, hormon, atau apa saja yang ada di dalam tubuh ibu menyusui. Faktor eksternal pun mempengaruhi produksi ASI. Sayangnya, faktor internal ini yang sering menjadi penghambat keluarnya ASI.
Kenapa Gagal Memberikan ASI Eksklusif?
Akhrinya banyak sekali ibu yang menyerah memberikan ASI eksklusif. Namun, tidak jarang yang masih berusaha dengan cara mengkonsumsi teh untuk memperlancar ASI.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ada faktor eksternal yang tak kalah penting dengan faktor internal yang mempengaruhi produksi ASI. Contoh kecil adalah frekuensi pemberian. Ternyata, semakin sering memberikan ASI akan membuat produksi ASI semakin banyak. Jadi, bukan sebaliknya.
Selain itu, stres juga disinyalir menjadi salah satu faktor utama ASI tidak keluar. Stres ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa dikarenakan kesibukan setiap hari, kekhawatiran, atau masalah yang dialami oleh seorang ibu.
Meskipun demikian, harus dipahami juga ada kemungkinan masalah kesehatan yang menyebabkan seorang ibu tidak bisa memberikan ASI. Contohnya saja tersumbatnya saluran yang digunakan untuk mengeluarkan ASI. Untuk masalah yang seperti ini, diperlukan treatment dari dokter yang mengerti betul tentang masalah kesehatan.
Akan tetapi, dari beberapa kasus, banyak ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif karena kurangnya keinginan untuk memberikan ASI. Selain itu, tidak jarang juga ibu yang tidak lagi menjalankan pola hidup yang sehat. Mereka merasa sudah berkorban untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mereka sukai namun tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan. Dan saat bayi sudah lahir, mereka melampiaskan semua dengan mengkonsumsi makanan fast food dan lain sebagainya. Akhirnya, kondisi kesehatan tubuh mereka tidak sebagus ketika hamil. hal ini berakibat pada kualitas serta kuantitas ASI yang menurun.
Perlu dipahami ibu hamil dan ibu menyusui itu harus berkorban. Justru sebaiknya momen menyusui dijadikan ajang untuk membiasakan diri menjalani pola hidup yang baik dan sehat.
Jadi, pada intinya semua ibu mampu memberikan ASI. Hanya saja, pertanyaanya adalah mau tidak mereka berusaha memberikan ASI untuk sang buah hati. Kalaupun produksi ASI menurun dan tidak mencukupi kebutuhan sang buah hati, mereka baru bisa mengkonsumsi suplemen. Seperti LactaTea yang merupakan salah satu produk teh pelancar ASI yang sudah banyak dikonsumsi oleh ibu menyusui. Dengan mengkonsumsi teh ini sesuai dengan keterangan, dalam kurun waktu 2/3 hari, seorang ibu akan merasakan derasnya produksi ASI.
Komentar
Posting Komentar