Makanan Penambah ASI Agar Banyak
Makanan Penambah ASI Agar Banyak
Ketika Anda masih merupakan seorang ibu muda yang mengalami kehamilan untuk pertama kalinya, ada banyak hal yang perlu Anda ketahui tentang bayi agar nantinya bayi Anda tumbuh sehat dan kuat. Anda juga perlu memperhatikan nutrisi agar nantinya ASI yang dikeluarkan selama masa menyusui sehat dan lancar. Berikut adalah beberapa jenis makanan penambah ASI yang bisa dikonsumsi secara rutin agar hasil ASI yang diproduksi bertambah banyak.
1.Daun katuk
Daun katuk sampai saat ini masih menjadi favorit untuk seorang ibu menyusui, mengingat daun ini mengandung banyak nutrisi yang mampu memompa pengeluaran ASI dari areola. Dalam sehari, konsumsi sekitar 250 gram daun katuk mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi protein, antioksidan, vitamin, dan mineral untuk perkembangan otak maupun organ tubuh bayi. Anda bisa mengolah daun katuk ini dalam bentuk sayur bening atau tumis dengan menambahkan sayur lain seperti wortel dan labu kuning.
2.Pepaya
Didalam buah pepaya terdapat enzim papain yang berfungsi membantu pencernaan protein dan meningkatkan penyerapan protein untuk regenerasi sel tubuh. Anda bisa mengkonsumsi setidaknya 250-500 gram buah pepaya matang atau mentah yang dibuat sayur sop atau sayur bobor. Buah pepaya ini selain memperlancar produksi ASI juga meningkatkan asupan asam folat yang berguna untuk pertumbuhan otak bayi.
3.Wortel
Wortel memiliki banyak nutrisi yang sangat berguna untuk tumbuh kembang bayi maupun daya tahan tubuh ibu. Wortel bisa dikonsumsi dalam bentuk salad, jus, maupun sop untuk meningkatkan produksi ASI. Kandungan senyawa phytoestrogen yang ada dalam wortel akan menstimulasi hormon fitoestrogen dan prolaktin untuk memproduksi ASI, sedangkan senyawa curcumin, flavonoid, dan kalsium akan membantu menyempurnakan organ tubuh penting pada bayi.
4.Bayam
Bayam memiliki kandungan senyawa berupa zat besi, vitamin B kompleks, dan asam folat yang bermanfaat meningkatkan produksi ASI sekaligus memenuhi nutrisi yang digunakan untuk penyempurnaan tulang, serabut saraf, dan pembuluh darah bayi. Dalam sehari, Anda bisa mengkonsumsi minimal 100 gram bayam yang diolah dalam bentuk jus, sayur bening atau rebusan. Namun demikian, pada saat Anda memilih untuk mengkonsumsi bayam dalam bentuk rebusan, akan lebih baik jika Anda hanya merebus bayam sebentar demi mencegah nutrisi yang larut dalam air terlalu banyak.
5.Pare
Buah pare yang bisa diolah dalam bentuk jus maupun sayuran bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi ASI. Dalam sehari, setidaknya Anda bisa mengkonsumsi 100-200 gram pare untuk merasakan khasiat maksimal. Kandungan senyawa liutenin yang ada dalam pare bisa membantu mengurangi gejala darah tinggi maupun diabetes yang sering terjadi pada ibu pada masa menyusui. Namun demikian, terkadang ada banyak orang yang tidak kuat dengan rasa pahit pare dan jika Anda merasakan hal yang sama, Anda bisa mencampurkan jeruk nipis atau merendam pare dalam larutan garam sekitar 5 menit sebelum memasaknya.
6.Biji adas
Selain baik untuk meningkatkan produksi ASI, biji adas yang diolah dalam bentuk serbuk bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki fungsi pencernaan dan daya tahan tubuh. Anda bisa mencampurkan biji adas ini kedalam olahan makanan atau menghaluskan terlebih dahulu sebelum diseduh dengan air panas yang
dicampur madu.
7.Biji wijen hitam
Biji wijen hitam bisa dikonsumsi dalam bentuk campuran makanan lain maupun serbuk yang diminum. Dalam sehari, konsumsi 100 gram biji wijen hitam bisa membantu meningkatkan stimulasi hormon progesteron dan prolaktin untuk produksi ASI.
8.Labu kuning
Kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, asam folat, dan zat besi dalam labu kuning sangat tinggi sehingga konsumsi buah ini dalam bentuk sup buah, sayur labu, atau olahan sehat lainnya bisa meningkatkan produksi ASI sekaligus menjaga daya tahan tubuh bayi agar tidak mudah sakit. Konsumsi labu kuning juga mampu membantu
9.Kacang almond
Salah satu bahan makanan yang sangat baik untuk bayi yang masih dalam masa pertumbuhan adalah kacang almond. Namun demikian, karena bayi yang baru lahir belum memiliki gigi untuk mengunyah, salah satu nutrisi yang perlu dipenuhi dengan beragam senyawa yang ada dalam kacang almond adalah ASI. Anda bisa mengkonsumsi 150 gr kacang almond yang diolah dalam bentuk kue atau langsung konsumsi. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, nantinya senyawa protein dalam kacang almond bisa membantu untuk regenerasi sel pembuluh darah.
10.Fenugreek
Biji fenugreek juga memiliki khasiat dan kandungan senyawa yang hampir sama dengan daun katuk. Hanya saja biji fenugreek tidak boleh dikonsumsi dalam kadar yang terlalu banyak agar tidak terjadi resiko dehidrasi pada ibu yang masih dalam masa menyusui. Umumnya biji fenugreek ini dikonsumsi dalam bentuk campuran minuman, makanan, atau sudah ditemukan dalam bentuk kapsul minum. Selain bahan-bahan alami diatas, masih banyak bahan alami lain yang bisa digunakan untuk meningkatkan produksi ASI, seperti kemangi, biji jinten hitam, jagung, kacang mete, hingga oat. Namun demikian, pada saat pengolahan maupun konsumsi, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar produksi ASI benar-benar lancar dan sehat.
a. Nilai gizi total yang didapat dari bahan makanan yang dikonsumsi per hari harus tepat nutrisi untuk bayi benar-benar terpenuhi dengan baik.
b. Cara pengolahan bahan makanan benar-benar diperhatikan agar tidak ada infeksi bakteri maupun virus dari udara yang bisa mengkontaminasi produksi ASI.
c. Kondisi terkini tentang bayi buah hati yang misalkan menderita penyakit atau dalam kondisi tidak sehat, sehingga aturan bahan makanan yang digunakan untuk memperlancar ASI bisa disesuaikan.
Ketika Anda masih merupakan seorang ibu muda yang mengalami kehamilan untuk pertama kalinya, ada banyak hal yang perlu Anda ketahui tentang bayi agar nantinya bayi Anda tumbuh sehat dan kuat. Anda juga perlu memperhatikan nutrisi agar nantinya ASI yang dikeluarkan selama masa menyusui sehat dan lancar. Berikut adalah beberapa jenis makanan penambah ASI yang bisa dikonsumsi secara rutin agar hasil ASI yang diproduksi bertambah banyak.
1.Daun katuk
Daun katuk sampai saat ini masih menjadi favorit untuk seorang ibu menyusui, mengingat daun ini mengandung banyak nutrisi yang mampu memompa pengeluaran ASI dari areola. Dalam sehari, konsumsi sekitar 250 gram daun katuk mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi protein, antioksidan, vitamin, dan mineral untuk perkembangan otak maupun organ tubuh bayi. Anda bisa mengolah daun katuk ini dalam bentuk sayur bening atau tumis dengan menambahkan sayur lain seperti wortel dan labu kuning.
2.Pepaya
Didalam buah pepaya terdapat enzim papain yang berfungsi membantu pencernaan protein dan meningkatkan penyerapan protein untuk regenerasi sel tubuh. Anda bisa mengkonsumsi setidaknya 250-500 gram buah pepaya matang atau mentah yang dibuat sayur sop atau sayur bobor. Buah pepaya ini selain memperlancar produksi ASI juga meningkatkan asupan asam folat yang berguna untuk pertumbuhan otak bayi.
3.Wortel
Wortel memiliki banyak nutrisi yang sangat berguna untuk tumbuh kembang bayi maupun daya tahan tubuh ibu. Wortel bisa dikonsumsi dalam bentuk salad, jus, maupun sop untuk meningkatkan produksi ASI. Kandungan senyawa phytoestrogen yang ada dalam wortel akan menstimulasi hormon fitoestrogen dan prolaktin untuk memproduksi ASI, sedangkan senyawa curcumin, flavonoid, dan kalsium akan membantu menyempurnakan organ tubuh penting pada bayi.
4.Bayam
Bayam memiliki kandungan senyawa berupa zat besi, vitamin B kompleks, dan asam folat yang bermanfaat meningkatkan produksi ASI sekaligus memenuhi nutrisi yang digunakan untuk penyempurnaan tulang, serabut saraf, dan pembuluh darah bayi. Dalam sehari, Anda bisa mengkonsumsi minimal 100 gram bayam yang diolah dalam bentuk jus, sayur bening atau rebusan. Namun demikian, pada saat Anda memilih untuk mengkonsumsi bayam dalam bentuk rebusan, akan lebih baik jika Anda hanya merebus bayam sebentar demi mencegah nutrisi yang larut dalam air terlalu banyak.
5.Pare
Buah pare yang bisa diolah dalam bentuk jus maupun sayuran bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi ASI. Dalam sehari, setidaknya Anda bisa mengkonsumsi 100-200 gram pare untuk merasakan khasiat maksimal. Kandungan senyawa liutenin yang ada dalam pare bisa membantu mengurangi gejala darah tinggi maupun diabetes yang sering terjadi pada ibu pada masa menyusui. Namun demikian, terkadang ada banyak orang yang tidak kuat dengan rasa pahit pare dan jika Anda merasakan hal yang sama, Anda bisa mencampurkan jeruk nipis atau merendam pare dalam larutan garam sekitar 5 menit sebelum memasaknya.
6.Biji adas
Selain baik untuk meningkatkan produksi ASI, biji adas yang diolah dalam bentuk serbuk bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki fungsi pencernaan dan daya tahan tubuh. Anda bisa mencampurkan biji adas ini kedalam olahan makanan atau menghaluskan terlebih dahulu sebelum diseduh dengan air panas yang
dicampur madu.
7.Biji wijen hitam
Biji wijen hitam bisa dikonsumsi dalam bentuk campuran makanan lain maupun serbuk yang diminum. Dalam sehari, konsumsi 100 gram biji wijen hitam bisa membantu meningkatkan stimulasi hormon progesteron dan prolaktin untuk produksi ASI.
8.Labu kuning
Kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, asam folat, dan zat besi dalam labu kuning sangat tinggi sehingga konsumsi buah ini dalam bentuk sup buah, sayur labu, atau olahan sehat lainnya bisa meningkatkan produksi ASI sekaligus menjaga daya tahan tubuh bayi agar tidak mudah sakit. Konsumsi labu kuning juga mampu membantu
9.Kacang almond
Salah satu bahan makanan yang sangat baik untuk bayi yang masih dalam masa pertumbuhan adalah kacang almond. Namun demikian, karena bayi yang baru lahir belum memiliki gigi untuk mengunyah, salah satu nutrisi yang perlu dipenuhi dengan beragam senyawa yang ada dalam kacang almond adalah ASI. Anda bisa mengkonsumsi 150 gr kacang almond yang diolah dalam bentuk kue atau langsung konsumsi. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, nantinya senyawa protein dalam kacang almond bisa membantu untuk regenerasi sel pembuluh darah.
10.Fenugreek
Biji fenugreek juga memiliki khasiat dan kandungan senyawa yang hampir sama dengan daun katuk. Hanya saja biji fenugreek tidak boleh dikonsumsi dalam kadar yang terlalu banyak agar tidak terjadi resiko dehidrasi pada ibu yang masih dalam masa menyusui. Umumnya biji fenugreek ini dikonsumsi dalam bentuk campuran minuman, makanan, atau sudah ditemukan dalam bentuk kapsul minum. Selain bahan-bahan alami diatas, masih banyak bahan alami lain yang bisa digunakan untuk meningkatkan produksi ASI, seperti kemangi, biji jinten hitam, jagung, kacang mete, hingga oat. Namun demikian, pada saat pengolahan maupun konsumsi, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar produksi ASI benar-benar lancar dan sehat.
a. Nilai gizi total yang didapat dari bahan makanan yang dikonsumsi per hari harus tepat nutrisi untuk bayi benar-benar terpenuhi dengan baik.
b. Cara pengolahan bahan makanan benar-benar diperhatikan agar tidak ada infeksi bakteri maupun virus dari udara yang bisa mengkontaminasi produksi ASI.
c. Kondisi terkini tentang bayi buah hati yang misalkan menderita penyakit atau dalam kondisi tidak sehat, sehingga aturan bahan makanan yang digunakan untuk memperlancar ASI bisa disesuaikan.
Komentar
Posting Komentar