Cara Memperbanyak ASI Yang Sudah Sedikit

Cara Memperbanyak ASI Yang Sudah Sedikit

Sebagai seorang ibu yang masih dalam tahap menyusui, Anda harus sadar benar apa saja yang harus diperhatikan untuk membuat produksi ASI lancar dan banyak. Berikut adalah beragam cara yang bisa dilakukan untuk memperbanyak ASI yang diproduksi.

1.Biasakan untuk sering menyusui
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah membiasakan untuk menyusui sesering mungkin, tepatnya selama 72 jam setelah bayi dilahirkan. Cara ini akan membantu Anda menstimulasi hormon prolaktin untuk terus menerus memompa produksi ASI. Namun demikian, pada saat Anda memberikan ASI pastikan kondisi tubuh bayi dan diri Anda sendiri dalam kondisi baik. .

2.Menggunakan puting secara bergantian
Cara kedua yang bisa dilakukan untuk memompa produksi ASI secara maksimal adalah dengan menggunakan puting secara bergantian. Pada saat Anda memberikan ASI menggunakan puting sebelah kanan, jangan lupa untuk menawarkan ASI dari puting sebelah kiri pada saat bayi Anda ingin meminum ASI untuk kedua kalinya. Dengan pola bergantian seperti ini, cadangan ASI yang dimiliki setiap saluran ASI bisa disalurkan sampai habis dan memicu pemompaan oleh kelenjar susu.

3.Memijat payudara
Cara lain yang bisa dilakukan untuk memperbanyak dan memperlancar ASI adalah memijat payudara. Untuk metode yang satu ini, Anda bisa merilekskan payudara dengan mengompres menggunakan air hangat dan dingin secara bergantian. Untuk mencegah mastitis atau puting yang terasa kering dan keras, jangan langsung mencuci atau menyeka puting setelah digunakan untuk menyusui. Berikut adalah tahapan yang bisa Anda lakukan saat ingin melakukan pemijatan pada payudara.

a. Rebahkan tubuh Anda diatas sofa dan kompreskan handuk lembut yang sudah direndam air hangat sekitar 2-3 menit.
b. Pijat dinding payudara atau area areola dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah secara perlahan dengan pola gerakan keatas dan kebawah. Lakukan cara ini 4-5 kali ulangan.
c. Gerakan selanjutnya adalah gerakan memutar mengelilingi areola dan puting. Gerakan ini dilakukan dengan menggunakan jari yang sama sebanyak 5-6 kali putaran.
d. Kepalkan tangan dan tekan-tekan ruas ibu jari ke dinding dada.
e. Pindahkan tekanan berurutan dengan menggunakan beragam jari ke arah puting.
f. Pada bagian bawah payudara, berikan tekanan dengan irama perlahan yang dimulai dengan menggunakan jari kelingking. Penekanan ini bisa dilakukan sebanyak 4-5 kali.
Selain dapat memperlancar ASI, gerakan pemijatan ini bertujuan mengurangi ketegangan pada jaringan otot dan saraf yang ada di sekitar area payudara. Dengan pijatan lembut yang sering diulangi, stimulasi hormon prolaktin akan semakin cepat.

4.Menyusui di malam hari
Ketika Anda ingin bayi Anda mendapat ASI yang cukup, usahakan untuk selalu menyusui di malam hari. Selain kebutuhan nutrisi sang buah hati terpenuhi, Anda bisa menstimulasi areola dan puting untuk menyimpan ASI lebih banyak yang bisa diberikan keesokan harinya.

5.Jangan tidur tertelungkup
Satu lagi pengetahuan tentang bayi yang harus Anda tahu. Bayi yang bangun dimalam hari umumnya akan meminum ASI dalam jumlah cukup banyak dan untuk itu, jangan membiasakan diri Anda untuk tidur tertelungkup. Hal tersebut karena posisi telungkup akan menekan posisi payudara dan membuat ASI sulit dikeluarkan. Untuk mengatasinya, Anda bisa tidur telentang dan memposisikan diri Anda di sofa atau tempat tidur yang empuk untuk merilekskan tubuh.

6.Banyak minum air
ASI yang dihasilkan akan semakin banyak apabila Anda merutinkan diri untuk minum air sekitar 10-14 gelas per hari. Air yang masuk kedalam tubuh akan mempercepat pelarutan nutrisi sekaligus meningkatkan aliran ASI yang perlu dikeluarkan dari dalam tubuh.

7.Tidak merokok atau minum alkohol
Ada satu pengetahuan tentang bayi yang perlu Anda pahami, dimana bayi yang masih dalam tahap membutuhkan ASI tidak boleh terkontaminasi oleh zat-zat yang berbahaya dan untuk itu, pastikan Anda tidak mengkonsumsi ropkok atau alkohol yang bisa meracuni tubuh bayi dan menghambat proses regenerasi sel tubuh.

8.Tidak minum kopi terlalu banyak
Kopi mengandung kafein yang bisa menghambat pengeluaran ASI dan untuk itu, akan lebih baik jika Anda tidak mengkonsumsi kopi selama masa menyusui. Anda bisa mengganti konsumsi kopi dengan air mineral atau jus buah yang lebih bernutrisi.

9.Konsumsi makanan penambah ASI
Ketika Anda masuk dalam masa pemberian ASI eksklusif untuk bayi, pastikan Anda juga mulai mengkonsumsi makanan sehat yang sangat cocok untuk diri sendiri maupun bayi yang disusui. Berikut adalah beragam makanan penambah ASI yang bisa dikonsumsi dan dipadukan antara satu dengan lainnya.
a. Jagung
Sajian per hari yang bisa dikonsumsi minimal adalah 100 gram dalam bentuk sayur sop, jagung bakar, atau olahan lainnya.
b. Bawang putih
Anda bisa menggunakan 5-7 siung bawang putih yang kaya antioksidan untuk meningkatkan dan melancarkan produksi ASI yang sempat bermasalah.
c. Kacang mete
Kandungan senyawa mineral dan vitamin yang ada dalam kacang mete bisa membantu masalah hormonal yang terjadi selama masa pemberian ASI dan meningkatkan produksinya.

10.Menghindari stres psikis
Agar produksi ASI selama masa menyusui tidak terhambat, pastikan Anda menghindari stres psikis karena masalah pekerjaan atau rumah tangga. Hal tersebut karena stres psikis akan mempengaruhi stimulasi ASI yang dilakukan oleh hormon progesteron dan prolaktin. Untuk menghindari masalah akibat stres psikis, Anda bisa berkonsultasi pada psikolog, membagi masalah pada teman yang bisa dipercaya, maupun melakukan kegiatan yang disukai. Semoga dengan bahasan diatas, Anda semakin memahami beragam cara yang bisa dilakukan untuk memperbanyak ASI yang semula hanya keluar sedikit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan Lactatea Yang Aman Untuk Menambah ASI

Suplemen Pelancar ASI Terbaik Tidak Bekerja Efektif Jika Ibu Membiasakan Hal Ini!

Makanan Perangsang ASI yang Dapat Dikonsumsi Ibu Menyusui