Pemula dalam Menyusui? Ketahui Cara-cara Mudah Ini (bag. 3)
Penelitian oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Umum di Amerika Serikat menunjukkan bahwa ASI dapat menghindarkan ibu dari dua penyakit ganas, yakni kanker payudara dan kanker ovarium. Bagi bayi, dia juga dapat tehindar dari diabetes dan leukimia pada masa kanak-kanak nanti. Dan yang paling mengejutkan adalah, ASI dapat menghindarkan dari sindrom yang paling ditakuti ibu-ibu yakni, sindrom kematian bayi secara mendadak (Sudden Death Infant Syndrome).
Penelitian lain berasal dari sebuah lembaga bernama Save the Children, yang menunjukkan bahwa, ASI adalah pelindung terbaik untuk mencegah kematian mendadak bayi. Berikut beberapa rangkuman data yang tersaji di dalam laporan tersebut.
| 6,9 juta | 14.000 | 830.000 | 3 kali | 31% |
| Bayi usia balita meninggal di tahun 2011. | Sejak tahun 1990 bayi meninggal turun menjadi 5 juta. Yang berarti ada kurang dari 14.000 bayi meninggal setiap harinya. | Bayi terselamatkan jika disusui sejak satu jam kelahirannya. | Bayi yang diberikan ASI sejak satu jam lahir tiga kali lebih aman dari pada yang disusui sehari sesudahnya. | Pertumbuhan bisnis makanan dan minuman bayi yang diproyeksikan pada tahun 2015. Sebagian besar pertumbuhannya terkonsentrasi di Asia. |
Copyright© Save the Children, 2013
Dengan demikian, tidak alasan untuk tidak memberi ASI eksklusif. Di samping itu, semakin baik pengetahuan anda terhadap dunia ASI, semakin terjamin anak anda menjadi berkualitas. Pengetahuan orangtualah yang menjadikan Si Kecil aman dan nyaman menjalani kehidupan 1.000 hari pertamanya (golden age).
Bagaimana, anda sudah siap menjadi ibu cerdas? Berikut ini cara sederhana untuk membantu kesiapan dan persiapan anda:
- Makanan padat untuk bayi
Sekitar pertengahan tahun, bayi anda mulai menujukkan tanda-tanda bahwa dia sudah bisa diberikan makanan tambahan selain ASI. Makanan tersebut berfungsi sebagai penambah nutrisi, bukan pengganti ASI. Di sini berarti, pemberian ASI masih tetap berjalan sebagaimana biasanya.
Yang penting diperhatikan, menurut dr. Nur Aisyah, SpA dari RS Husada Utama Surabaya, jangan memberikan makan tambahan lain selama ASI eksklusif sebelum bayi berusia enam bulan. Namun, juga jangan sampai menunda melebihi usia tersebut. Sebelum anda mengetahui makanan yang baik apa saja untuknya, berikut tanda-tanda yang ditunjukkan bahwa bayi anda sebenarnya siap mendapat makanan tambahan pada usia tersebut:
- Duduk dengan atau tanpa ditopang anda atau benda penyangga tubuh.
- Mendekati dan menjamah benda di dekatnya kemudian memasukkan ke mulutnya.
- Memasukkan jari-jarinya ke mulut dan mengunyahnya seolah sedang makan sesuatu.
Tahapan perkenalan dengan makanan tambahan ini sebaiknya disertai dengan selang seling antara makanan dan menyusui. Artinya, susui lebih dulu dan berikan makanan pendamping ASI (MP-ASI), kemudian susui lagi. Makanan perkenalan yang direkomendasikan adalah:
- Pisang yang dihaluskan dan kecil-kecil.
- Ketela yang dikukus.
- Alpukat yang mudah dikunyah dan dicerna (dihaluskan).
- Buah-buahan lunak seperti buah persik dan pir yang dilembutkan.
- Kacang hijau, kacang polong, buncis, brokoli dan wortel yang dimasak.
- Daging ayam, ikan, atau kacang-kacangan (selama tidak alergi) yang dimasak matang.
- Menyusui saat sakit
Ketika anda kurang sehat tidak berarti aktivitas menyusui juga ikut ‘sakit’ atau berhenti. Dalam keadaan anda sakit, air susu yang anda peroduksi tidak berpangaruh terhadap bayi. Jadi, lanjutkan saja menyusui (pembahasan lebih dalam sudah disajikan di bagian artikel lain).
- Menghindari makanan tertentu, haruskah?
Diet yang sehat memang menguntungkan untuk kebugaran tubuh ibu menyusui. Mungkin anda pernah mendengar atau inisiatif sendiri untuk memakan makan tertentu dan menghindari makanan tertentu untuk keperluan diet. Namun, itu tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa anda harus meninggalkan ini itu dengan alasan akan berpengaruh pada bayi anda. Kesimpulannya, saran demikian lebih kepada kesehatan tubuh anda sendiri.
Jika anda ragu apakah harus meninggalkan makanan tertentu karena tujuan diet, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, sambil lalu mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:
- Ketahui makanan yang anda harus konsumsi mengenai manfaat dan kadarnya.
- Bagaimana pola masakan dan informasi gizi yang dikandung makanan tersebut
- Tidak terlalu memaksakan, karena menyusui sendiri dapat menjadi terapi diet (satu hari terjadi pembakaran kalori hingga 500 kal.)
- Memiliki program yang jelas dan terarah mengenai maksud dari diet anda.
- Mendapat panduan medis sebagai langkah antisipasi selama program.
- Tetap memprioritaskan pemberian ASI selama program diet.
- ASI perah ketika tidak sempat menyusui langsung
Suatu kali anda mungkin terpaksa harus meninggalkan bayi anda untuk waktu tertentu dan dalam jangka lama, sehingga tidak memungkinkan untuk menyusui bayi anda langsung. Apa yang bisa anda lakukan?
Memeras dan menyimpan ASI adalah pilihan bagus, karena ASI termasuk zat yang tidak gampang basi meskipun tanpa bahan pengawet. Itulah hebatnya dibanding susu lain. Anda dapat menggunakan jasa kurir yang sudah ada layanan mengantar ASI.
Beberapa tips berikut dapat membantu bagaimana memeras susu sebagai cadangan:
- Peraslah sekitar setiap 2-3 jam sekali (atau jika dalam delapan jam diperas sebanyak tiga kali).
- Taruhlah di wadah yang steril. Baiknya, wadah yang akan digunakan terlebih dahulu ‘dimasak’ di air mendidih selama beberapa menit. Atau anda juga cukup menyiramkannya secara merata. Tujuannya untuk membunuh kuman atau bakteri merugikan.
- Mencuci dengan sabun juga dapat dilakukan untuk botol atau wadahnya.
- Pertimbangkan layanan kurir jika anda menggunakannya. Jika layanannya kurang baik, Anda tidak ingin menanggung risiko untuk bayi anda, kan?
- Akan lebih baik jika menyewa kurir khusus dari kenalan atau rekomendasi teman anda, seperti ojek atau kurir lokal. Konsekwensi menggunakan jasa kurir biaya akan sedikit meningkat karena ada ongkos kirim. Namun, itu bisa dibayar dengan sehatnya bayi anda.
- Menyusui di depan umum atau terbuka
Bagi pemula mungkin ini akan kikuk karena harus menyusui di depan khalayak ramai. Anda kikuk karena tidak terbiasa dan harus menunjukkan ‘barang’ rahasia di depan umum.
Namun, itu jangan sampai menghalangi pemberian ASI meskipun di keramaian sekalipun. Di samping anda dilindungi undang-undang negara, kebutuhan ASI anda lebih penting dari pada menuruti rasa sungkan dan kikuk anda
Lalu, bagaimana masalah ini?
Tips berikut dapat anda coba sebagai pertimbangan agar tidak sungkan menyusui di depan umum, lebih-lebih jika anda harus memeras susu. Anda tidak ingin menjadi tontonan lucu, bukan?
- Berlatih dulu dirumah dengan pasangan atau teman perempuan anda.
- Menggunakan cermin juga pilihan bagus untuk praktek (ingat, menyusui juga adalah latihan dan belajar)
- Bertahap dari tempat teman anda ke tempat yang sedikit lebih ramai. Selanjutnya, di tempat umum dan keramaian lainnya. Latihan ini akan membuat anda merasa nyaman dan menghilangkan rasa kikuk.
- Jika di tempat anda berada tersedia ruang khusus menyusui, masuklah. Di sana anda akan bertemu dengan sesama ibu menyusui sebagai latihan di tempat semi umum.
- Jika tidak tersedia, pastikan anda aman dari kemungkinan buruk selama menyusui di tempat umum. Aman di sini adalah gangguan baik secara pelecehan maupun kontak fisik dari orang yang tak bertanggung jawab. Juga, barang anda dalam pengawasan sehingga tidak terjadi kemungkinan-kemungkinan tindak kriminal.
Semakin anda belajar dan berlatih menyusui, kemahiran dan ilmu anda hanyalah soal waktu. Yang terpenting adalah, bagaimana anda sebagai ibu dapat memenuhi hak bayi anda dan anda juga dapat menunaikan kewajiban sebagai ibu. Pengalaman akan ikut membantu pada tahapan-tahapan berikutnya.
Komentar
Posting Komentar