Masa Menyusui? Kenali 5 Hal Ini

Masa Menyusui? Kenali 5 Hal Ini

Kenali 5 Hal Masa Menyusui Buah Hati

Menyusui bagi seorang ibu tentu momen menyenangkan. Aktifitas menyusui juga dipercaya sebagai bentuk aktifitas emosional dan mental yang sangat kuat antara ibu dan anak.

Namun, momen menyenangkan di atas bisa berubah menjadi malapetaka, terutama bagi ibu yang baru mengalami masa menyusui anak pertama. Mengapa? Tentu karena pengalaman dan pengetahuan masih minim. Sebagai ibu Anda tentu tidak ingin menerapkan trial-error, coba-coba untuk anak Anda. Meminjam slogan sebuah iklan produk kesehatan anak, “buat anak kok coba-coba.

Meskipun Anda menyusui anak kedua, ketiga dan seterusnya, jika tidak berhati-hati, bukan tidak mungkin akan mengalami masalah. Nah, agar Anda tidak mengalaminya selama masa menyusui maka rajinlah berkonsultasi kepada ahli kandungan, dokter spesialis anak, maupun bidan Anda, bila tidak memungkinkan kepada dokter. Dengan begitu keamanan ibu-anak selama masa menyusui lebih terjaga. Betul, kan?

Namun, bagaimana jika Anda tidak sempat berkonsultasi? Setidaknya, sebagai ibu cerdas Anda perlu berhati-hati terhadap lima hal berikut jika misalnya dokter belum menjelaskan kepada Anda.

  1. Alkohol dan menyusui


Di indonesia alkohol memang dilarang undang-undang untuk dijual maupun dikonsumsi bebas. Namun, bukan berarti tidak ada ibu-menyusui yang masih terbawa kebiasaan sebelum hamil atau menyusui. Nah, mengkonsumsi alkohol akan mempengaruhi air ASI, baik dari segi kuantitas maupun kualitas ASI, efek terhadap anak, dan juga terhadap ibu sendiri.

 

Alkohol jika terpaksa harus dikonsumsi, karena sudah kebiasaan, maka harus ada batasan maksimalnya, dengan catatan siap dengan segala risiko yang akan ditanggung. Saat anda berhenti minum alkohol, kadar alkohol dalam darah anda juga akan mengikuti, yang berarti produksi air susu anda akan berada di belakangnya. Pertanyaan selanjutnya adalah, pilih alkohol atau keselamatan anak?

 

Meskipun Asosiasi Ibu Menyusui Australia (Australian Breastfeeding Association) merekomendasikan takaran-takaran tertentu, karena negaranya memang melegalkan alkohol, tapi di Indonesia anda tentu akan berhadapan dengan hukum.

 

Kalau pun mau menghindar dari hukum, ada tiga dampak langsung dari alkohol terhadap anak, yakni kadar air susu berkurang, kurangnya kualitas menyusui karena ibu sedang teler, dan lambatnya anak mencapai tahapan perkembangan pentingnya dibanding dengan yang normal tanpa alkohol. Sebagai ibu Indonesia, Anda mau yang mana?

 

  1. Asap rokok dan menyusui


Coba Anda lihat di semua bungkus rokok saat ini. Salah satu peringatan di sana adalah: “merokok di dekat anak kecil membahayakan si anak.” Kurang lebih peringatannya seperti itu.

Bila di dekatnya saja sudah membahayakan apalagi bagi ibu perokok yang sedang menyusui. Hembusan asap rokok terhadap bayi yang sedang disusui secara langsung mengganggu kesehatannya. Apalagi perokok pasif, bahayanya lebih besar dari pada perokok aktif. Perokok pasif menghirup dua kali lipat racun yang dikeluarkan oleh perokok aktif, yakni dari asap rokok itu sendiri dan dari hembusan nafas perokok yang mengeluarkan zat bernama karbondioksida dan sangat berbahaya terhadap tubuh.

Efek bagi ibu sendiri adalah timbulnya pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah yang dapat menyebabkan perut berdenyut, bengkak atau nyeri. Demikian menurut penelitian mutakhir di Universitas Queensland School of Medicine-Ochsner, sebagaimana ditulis portal berita Okezone.com.

Yang terbaik jika si ibu perokok adalah tetap menyusui bayi. Artinya, meskipun ibu perokok tidak lantas aktifitas menyusui diganti susu formula. Tentu saja dengan catatan si ibu tidak menyusui sambil asap rokoknya mengebul bebas di dekat bayinya.

Yang penting jangan merokok di tiga tempat ini agar bayi Anda lebih terjaga dari paparan asap dan nikotin rokok. Yakni, di dalam mobil atau rumah, langsung merokok setelah menyusui, dan menjaga diri dari bau mau pun bekas rokok di baju, rambut dan mulut Anda. Cara terbaik adalah stop meroko demi bayi Anda.

  1. Perawatan rambut dan menyusui


Saat mengandung hingga melahirkan seorang wanita kehilangan banyak rambutnya. Tak jarang ibu-ibu yang sangat perhatian terhadap perawatan merisaukan kondisi ini. Tak terkecuali wajah yang biasanya ditandai dengan timbulnya flek hitam atau jerawat.

Bila harus melakukan treatment (perawatan) baik di salon maupun pusat kecantikan atau spa, Anda perlu mempertimbangkan berikut ini:

  • Zat yang digunakan

  • Peralatan yang digunakan

  • Lingkungan atau tempat workshop

  • Durasi perawatan dalam sekali treatment


Kabar baiknya, belum ada penelitian mendalam tentang akibat langsung pada ibu menyusui atau pada kualitas ASI yang dihasilkan. Alasannya, sangat kecil kemungkinan zat-zat kimia akan masuk mempengaruhi ASI.

Meskipun demikian, ada baiknya ada juga menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan tidak nyaman bagi bayi Anda.

Lalu bagaimana kalau waktunya menyusui? Carilah tempat perawatan kecantikan yang terdekat dari Anda atau susuilah sebelum Anda tinggal pergi ke salon. Suami bisa membantu untuk sekedar menjaga selama anda pergi. Di samping itu, sediakan susu formula yang sesuai untuk jaga-jaga saat dia harus menyusu. Tidak mungkin suami yang menyusui, bukan?

  1. Menyusui dan Lingkungan berpolusi


Ini penting bagi ibu menyusui yang tinggal di perkotaan, lebih-lebih berdekatan dengan lokasi industri atau pabrik. Bila di atas asap rokok masih bisa dikendalikan, maka ini di luar kendali Anda, bukan?

 

Namun, Anda tidak perlu takut berlebihan. Lingkungan polusi tidak berpengaruh besar terhadap bayi yang sedang Anda susui. Justru sebaliknya, dengan menyusui berarti Anda sudah memberikan proteksi dari terkena polutan, baik yang berasal dari luar tubuh maupun dalam tubuh sendiri.

 

Untuk yang bersifat luar tubuh, cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menjaga sirkulasi kamar di mana bayi anda berada agar tetap lancar. Ketika menyusui, usahakan anda menyalakan kipas angin. Jika ada, gunakan pendingin ruangan (AC) saat menyusui untuk kenyamanan anda dan bayi anda. Atur suhunya di kisaran 22 – 26 derajat.



  1. Menyusui dan latihan/olahraga (exercise)


Latihan olahraga sangat penting bagi seorang ibu menyusui. Sekedar berjalan-jalan di sekitar rumah atau dengan jarak dekat bisa menjadi pilihan yang baik. Di samping itu, menurut laporan Australian Breastfeeding Association (Asosiasi Ibu-Menyusui Australia), latihan olah raga ringan dapat meningkatkan hal-hal berikut:

  • Kebugaran dan kesehatan jantung

  • Kesehatan mental dan level energi

  • Mengurangi stres

  • Mengontrol berat badan

  • Memperbaiki kekuatan tulang

  • Membantu mengurangi depresi pasca melahirkan


Sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa latihan yang sedang-sedang saja justru tidak mempengaruhi jumlah asupan air susu, zat-zat imun di dalam ASI, dan mineral-mineral penting yang dikandungnya.

Sebaliknya, latihan yang ringan hingga ke ekstrem-lah yang dapat mempengaruhi kadar dan kualitas ASI. Misalnya dengan mengikuti latihan senam aerobik, olahraga sepeda jarak jauh, atau lari jarak jauh.

Sebaiknya Anda melakukan tiga hal ini sebelum memulai latihan:

  1. Menyusui terlebih dahulu. Hal ini untuk kenyamanan anda juga saat bayi anda tinggal berolahraga. Di samping biasanya bayi setelah disusui akan tidur nyenyak sehingga anda lebih tenang

  2. Memakai bra yang nyaman saat dipakai latihan sehingga anda dapat berkonsentrasi pada aktifitas anda dan tidak lagi direpotkan oleh ketidaknyamanan bra yang anda pakai.

  3. Minum air secukupnya sebelum memulai latihan untuk menjaga kesegaran tubuh anda.


Demikian 5 hal penting saat menyusui yang perlu anda ketahui sebagai ibu. Semoga bayi anda sehat dan aktifitas menyusui anda berkualitas. Jangan lupa juga diikuti oleh konsumsi makanan atau pun minuman yang menunjang kualitas ASI. Pengetahuan terhadap hal-hal di atas bagi ibu menyusui dapat menjadi pertimbangan sebagai penyeimbang asupan gizi maupun nutrisi yang sedang dikonsumsi.

Untuk hal-hal yang berkaitan dengan konsumsi ibu saat menyusui kita bahas pada kesempatan lain. Semoga artikel sederhana ini bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan Lactatea Yang Aman Untuk Menambah ASI

Suplemen Pelancar ASI Terbaik Tidak Bekerja Efektif Jika Ibu Membiasakan Hal Ini!

Makanan Perangsang ASI yang Dapat Dikonsumsi Ibu Menyusui