Apa Saja Kandungan dan Manfaat dalam ASI?

“Saat bayi lahir ada tiga haknya yang harus dipenuhi: mendapat dekapan hangat anda sebagai ibunya, makanan dari menyusui, dan rasa aman bahwa ibunya cukup pengetahuan akan kehadirannya di dunia. Dan ASI memenuhi ketiga-tiganya.” Begitu yang dikatakan oleh Dr. Grantly Dick-read, MD, seorang ahli kesehatan anak dalam buku Childbirth Without Fear-nya.

Pertanyaannya adalah, seberapa hangat dekapan anda? Seberapa peduli anda akan pemenuhan ASI-nya? Dan yang tak kalah penting adalah, seberapa jauh pengetahuan anda dalam memberi rasa aman padanya, sehingga dia tumbuh dan berkembang menjadi anak yang anda idamkan? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penting tersebut hanya bersumber dari anda sebagai orang tua yang telah membuatnya hadir di dunia.

Mendengar jeritannya saat lahir adalah momen paling membahagiakan bagi seorang ibu maupun ayah. Tangisannya adalah senyum yang mengharukan. Secara medis, tangisan bayi berfungsi sebagai penguat jantung dan pita suaranya. Jika bayi tidak menangis biasanya dokter akan berusaha bagaimana caranya bayi menjerit.

Jeritan tangis bayi adalah awal dari perjalanan panjangnya. Setelah dinyatakan lahir normal, baik berat badan maupun panjang badannya, tugas anda sebagai ibu adalah memberikan haknya untuk menyusui secara eksklusif hingga minimal usia 6 bulan. Akan lebih baik jika sampai usia 2 tahun. Menyusui inilah yang akan menentukan kualitasnya di masa mendatang. Semakin baik pengetahuan anda dalam menyusui, semakin berkualitas pula bayi anda.

Tahukah anda, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kandungan nutrisi ASI secara umum terbagi atas dua macam, yakni nutirisi makro dan nutrisi mikro (mikro nutrien). Yang disebut pertama terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak, sedangkan yang kedua adalah vitamin dan mineral. Nah, memenuhi kecukupan nutrisi bayi lewat ASI adalah tantangan tersendiri, baik bagi anda sebagi ibu maupun ayah sebagai partner. Anda dapat dikatakan ibu hebat dan sukses menyusui jika dapat mempertahankan satu alasan: komitmen menyusui dini.

Untuk bekal komitmen dan menjamin amannya bayi anda, penting mengetahui apa saja yang terkandung dalam ASI serta manfaatnya untuk si Kecil. Berikut ini macam-macamnya.

Kolostrum

Zat kolostrum adalah air susu kental yang keluar pertama kali setelah proses melahirkan. Warnanya kekuningan. ‘Cairan emas’ ini diproduksi mulai masa kehamilan hingga sekitar 2 minggu setelah melahirkan. Para ahli menganjurkan sebisa mungkin bayi yang baru lahir mendapatkan kolostrum mengingat manfaatnya yang sangat besar.

Apa manfaatnya untuk bayi sehingga sangat direkomendasikan para ahli?

Sebelum pertanyaan di atas anda jawab, berikut ini adalah manfaat yang diperoleh dari memberikan kolostrum:

  • Meningkatkan kekebalan bayi (antibodi) terhadap serangan penyakit yang mungkin terjadi pada periode perkembangan selanjutnya. Bahkan, kolostrum dapat mencegah bayi dari sindrom kematian mendadak (Sudden Infant Death Syndrome) hingga 22 persen. Di sisi lain, statistik kematian bayi karena sindrom ini adalah 87:3, di mana ada tiga bayi yang mati mendadak dari 87 bayi. Sindrom ini salah satunya disebabkan penundaan menyusui dini.

  • Mengajarkan bayi untuk menyusu, melatih ibu terampil menyusui. Saat bayi lahir tidak serta merta dia bisa langsung menemukan puting susu ibunya. Dia masih perlu dibimbing dan diarahkan. Demikian juga sang ibu yang masih belum pernah menyusui sebelumnya. Di sinilah peran inisiatif menyusui sejak dini memiliki nilai penting. Di samping sebagai titik awal asupan nutrisi bayi, juga sebagai sarana pembelajaran bagi keduanya. Menyusui adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan juga dilatih dengan dukungan sang ayah sebagai penunjang kesuksesannya.

  • Mempengaruhi pertumbuhan sel-sel otaknya. Pada bayi yang baru lahir dikenal dengan istilah ‘golden age’, di mana periode ini terjadi pada 1.000 hari pertama sejak kehamilan hingga lahirnya bayi. Pada periode inilah perkembangan otaknya mengalami perkembangan yang sangat pesat (growth spurt), seperti semburan air dari dalam mulut. Terjadi sangat cepat dan pesat. Setelah itu akan kembali berkembang normal seperti biasanya di atas usia dua tahun.

  • Untuk peremajaan tulang maupun penggantian sel kulit yang telah mati. Dalam kolostrum terdapat kandungan kalsium dan vitamin D serta vitamin C yang berfungsi terhadap penguatan tulang, khusunya pada usia 1-6 bulan pertama.


Karbohidrat

Karbohidrat merupakan salah satu sumber nutrisi penting yang terkandung dalam ASI. Zat ini utamanya bersumber dari laktosa dan memiliki peran dalam meningkatkan pertumbuhan badan dan jaringan otaknya. Di dalam ASI kandungan laktosa hampir dua kali lipat dari pada susu formula atau susu sapi. Kemungkinan bayi menderita diare juga kecil karena penyerapan oleh pencernaan lebih optimal dibanding dengan susu formula buatan. Kesimpulannya, karbohidrat adalah ‘tameng’ dari serangan bakteri jahat dan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam pencernaan.

Protein

Kebutuhan kadar protein bayi sangat besar. Manfaat dari cukupnya asupan nutrisi ini adalah sebagai pembentuk dan pengganti sel-sel tubuh yang telah mati. Kandungan protein yang ada dalam ASI jauh lebih besar dari kandungan protein yang ada di dalam susu sapi. Disamping secara kualitas lebih baik protein ASI, penyerapan oleh tubuh juga lebih mudah protein ASI dibanding susu sapi. Hal ini disebakan kandungan protein (whey dan kasein) keduanya berbeda, baik dari segi porsi maupun daya serapnya oleh tubuh.

Lemak

Pernahkah anda melihat di iklan, brosur, komposisi susu atau makanan yang terdapat pada kemasannya, atau media promosi lainnya di mana sering menyebut Omega 3 dan Omega 6? Zat ini adalah bagian utama dari pada lemak yang berfungsi sebagai pendukung nutrisi utama otak. Biasanya, ada lagi nutrisi lain yang disebutkan, yakni DHA dan ARA. Fungsi kedua nutrisi adalah sebagai pembentuk jaringan saraf dan retina mata.

Yang perlu dicermati adalah tidak semua susu formula atau susu sapi buatan akan memasukkan komposisi ASI ke dalam satu susu saja. Ada kelebihan-kelebihan dan ciri khas tertentu yang ditonjolkan. Misalnya, yang satu memfokuskan pada pencernaan saja, yang lainnya pada perkembangan otak saja, atau ada yang hanya pada pertumbuhan tubuh saja. Namun semua itu tetap tidak akan menandingi kualitas ASI.

Vitamin

Apa Saja Kandungan dan Manfaat dalam ASI?

Yang perlu diingat oleh ibu adalah konsumsi makanan ketika menyusui. Apa yang dimakan dan diminum oleh ibu juga akan berpengaruh pada bayi. Tak terkecuali vitamin yang dikandung makanan tersebut.

Untuk menyebut beberapa saja, kandungan vitamin dalam ASI adalah vitamin D, A, B, C dan E. Masing-masing dari vitamin tersebut memiliki fungsi dan manfaat tertentu. Vitamin D untuk kekuatan tulangnya, meskipun kadarnya dalam ASI tidak terlalu banyak. Namun, ini bisa disiasati dengan menyinari bayi dengan matahari di pagi hari sebagai pencegahan untuk masalah tulang pada periode usia 0-6 bulan kelahiran.

Vitamin A berfungsi utamanya untuk indera penglihatan bayi. Kandungan vitamin A sangat besar pada kolostrum dan mulai berkurang saat sudah memasuki periode transisi ASI matang, di mana sebagian besar porsi ASI sudah dalam bentuk cairan air, namun tetap mengandung zat-zat penting bagi bayi. Selain untuk penglihatan, menurut IDAI, vitamin A juga memiliki peran dalam kekebalan tubuh, pembelahan sel, dan pertumbuhan.

Vitamin B merupakan zat yang mudah larut dalam cairan. Di dalam ASI, fungsi dari vitamin ini adalah sebagai pelengkap dalam mencegah dari anemia (kekurangan darah), terlambatnya perkembangan, kurang nafsu makan dan iritasi kulit.

Dalam perkembangan saraf dan peremajaannya vitamin C memilik fungsi besar. Selain itu vitamin C berpengaruh pada pertumbuhan gigi, tulang dan kolagen, ia juga mampu mencegah bayi anda dari serangan penyakit. Namun, terlalu banyak konsumsi vitamin juga tidak baik karena efek samping yang ditimbulkan. Beberapa konsumsi buah jeruk atau buah lain yang mengandung vitamin C bisa menjadi pilihan alami dalam suplai vitamin ini ke dalam ASI. Hindari mengkonsumsi vitamin C buatan.

Vitamin E utamanya untuk kesehatan kulit. Selain itu, vitamin E sebagai penambah sel darah merah bayi yang bernama hemoglobin sehingga melindunginya dari anemia (kekurangan darah). Vitamin E juga membantu untuk melindungi retina dan paru-paru.

Mineral

Kalsium merupakan mineral utama yang ada dalam ASI. Yang menjadi poin penting dari mineral ini adalah daya serapnya terhadap tubuh. Meskipun kadarnya lebih rendah dibanding susu formula, namun daya serapnya mencapai 20-50 persen. Sedangkan susu formula hanya 4-7 persen. Menurut IDAI, kekurangan mineral dapat menyebabkan gejala kulit merah dan terlambatnya pertumbuhan. Kesimpulannya, daya serap ke dalam tubuh bayi lebih penting dari pada kadar mineral yang diberikan.

Hal yang tak kalah penting dari pemaparan di atas adalah kesadaran anda sebagai ibu untuk menjadi dokter pribadi yang selalu siaga setiap saat dalam hal kecukupan menyusuinya. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusi hingga minimal usia 6 bulan sangat sedikit yang mengalami masalah dalam menjalani tumbuh kembangnya. Sudah siapkah anda?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan Lactatea Yang Aman Untuk Menambah ASI

Suplemen Pelancar ASI Terbaik Tidak Bekerja Efektif Jika Ibu Membiasakan Hal Ini!

Makanan Perangsang ASI yang Dapat Dikonsumsi Ibu Menyusui