5 Makanan Penting untuk ASI Berkualitas
Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas ASI yang dihasilkan, yang tentu akan berdampak juga pada bayi yang disusui.
Menurut Ketua Divisi Tumbuh Kembang Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya, DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), fakta ilmiah sudah membuktikan bahwa pemenuhan nutrisi yang optimal pada usia 1000 hari pertama kehidupan tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik dan kecerdasan seorang anak. Tetapi juga berpengaruh terhadap pencegahan munculnya berbagai penyakit di usia dewasa yang dikenal dengan istilah Non Communicable Disease (NCDs), seperti penyakit jantung, pembuluh darah, diabetes dan obesitas, asma dan kanker (Jawa Pos, 26/10/2014).
Dalam dunia medis, 1000 hari pertama yang hanya satu kali terjadi seumur hidup dikenal dengan istilah golden age (usia emas). Perhitungannya dimulai sejak terbentuknya janin (positif hamil) hingga mencapai usia 1000 hari (melahirkan). Sepanjang masa ini terjadi berbagai kejadian penting terkait pertumbuhan dan perkembang anak. Oleh karena itu, sebaiknya pertimbangkan makanan apa saja yang mendukung perkembangannya secara optimal.
Mengkonsumsi makanan atau minuman berkualitas bagi ASI dan ibu menyusui adalah pilihan cerdas. Ada banyak pilihan makanan sehat yang dapat anda pilih. Di antara sekian banyak pilihan tersebut, di sini disajikan 5 macam tanaman yang baik untuk ibu menyusui

Mungkin anda asing dengan nama tumbuhan ini. Di Indonesia nama pohon ini belum luas dikenal karena banyak tumbuh di daratan Eropa, Mesir dan Inggris. Di Indonesia dikenal dengan nama Hulbah, di negara Arab disebut Helbeh. Adapun bentuk pohonnya seperti gambar berikut ini.
Sebagai tumbuhan herbal, khasiat Fenugreek mungkin tidak banyak yang mengetahui, termasuk mungkin anda. Padahal manfaatnya sangat besar. Lalu seperti apa manfaatnya? Terutama sebagai konsumsi penting untuk ibu menyusui?
Sedikit cerita untuk anda. Seorang ibu berprofesi sebagai dosen ITB ingin mengkonsumsi tanaman ini. Karena penasaran khasiatnya maka sang suami mencarikan bukti ilmiahnya. Setelah yakin dan rutin mengkonsumsi ternyata yang dialami ibu tersebut memang benar adanya. Kuantitas air susunya lebih banyak dari pada tidak mengkonsumsi. Karena yakin maka ibu tersebut terus mengkonsumsinya selama masa menyusui.
Kathleen Huggins, seorang konsultan ASI bersertifikat di California, menyebutkan dalam laporannya bahwa sebuah penelitian telah menunjukkan, mengkonsumsi khasiat tanaman ini dapat meningkatkan volume air susu ibu (ASI) hingga 900 kali lipat atau 900 persen. Dia juga merekomendasikan tanaman ini bagi ibu menyusui yang kurang deras air susunya.
Lebih lanjut, US National Institute of Health (Departemen Kesehatan Amerika) juga mengatakan bahwa tanaman ini memang dapat menstimulasi dan meningkatkan produksi ASI. Kandungan minyaknya dipercaya dapat meningkatkan volume ASI. Dahsyat, bukan?
Selanjutnya, anda mungkin penasaran karena belum mencoba dan buru-buru untuk mencarinya di pasar sayur. Tunggu dulu. Sebagai tanaman yang sulit ditemui di pasaran, anda dapat menemukannya lewat produk-produk yang mengandung tanaman ini, biasanya berbentuk kapsul atau minuman teh. Teh berbahan tanaman ini dari segi rasa tidak sama dengan teh pada umumnya. Rasanya sedikit pahit namun dapat dikonsumsi harian seperti teh biasa.
Di India, tanaman ini bahkan dibuat sebagai ramuan tradisional yang menyehatkan dan sebagai bumbu layaknya rempah-rempah dapur. Jadi, siapkah anda mengkonsumsinya untuk keperluan ASI?

Wah, tanaman aneh apalagi ini? Bagi telinga orang awam, jenis pohon satu ini memang tidak begitu familiar. Namun, di kalangan praktisi kesehatan ibu hamil dan bayi, tanaman ini sangat familiar. Di Indonesia dikenal dengan nama Adas. Sebagai sayur impor, Fennel sangat jarang dijual di pasar tradisional. Bahkan mungkin tidak ada selain di supermarket.
Ada dua jenis yang beredar di Indonesia, yakni Sweet Fennel dan Florence Fennel. Di Indonesia banyak beredar yang Sweet Fennel. Seorang Ibu di blog pribadinya menceritakan bahwa dia pernah dibuat penasaran oleh tanaman satu ini, hingga dia membuatnya dalam olahan salad atau dihidangkan bersama krim maupun yoghurt. Fennel juga dapat dijadikan rempah dapur. Bentuk tanaman dan buahnya seperti gambar di bawah ini. Bagaimana, anda tertarik mencoba?
Manfaatnya tentu saja ada dan tidak jauh berbeda dengan pembahasan Fenugreek di atas, yakni untuk ibu menyusui. Mengutip buku tentang herbal “The Way of Ayurvedic Herbs,” ibu menyusui juga dapat menjadikan tanaman ini sebagai konsumsi harian untuk meningkatkan jumlah dan volume ASI. Mengkonsumsi sekitar 5-7 gram/hari dianggap dalam batas aman bagi orang dewasa.
Menurut Asosiasi Masyarakat Herbal Amerika (The Herb Society of America) sebagai tanaman beraroma kuat biasanya fennel menjadi komposisi dalam bermacam sajian, misalnya biscuit, sosis Italia, dan juga rempah-rempah dapur. Di samping itu, “tea can be made from fennel seeds and leaves,” (daun dan biji tanaman fennel juga menjadi bahan komposisi teh). Begitu bunyi laporannya.
Dalam buku “How Can I Use Herbs in My Daily Life”, ahli herbal Isabel Shipard memaparkan manfaat lain yang cukup menggembirakan. Tanaman fennel dapat mengendalikan berat badan ibu menyusui yang ingin menurunkannya. Khasiatnya dapat membantu pelarutan dan penghancuran timbunan lemak melalui proses pengolahan makanan (metabolisme) di dalam tubuh. Pasca melahirkan, tidak jarang ibu-ibu mengkhawatirkan angka berat badan yang lebih dari biasanya. Bahan makanan atau minuman berkomposisi fennel bisa menjadi pilihan bagus jika anda sangat memperhatikan penampilan badan agar tetap langsing.

Untuk jenis tanaman yang satu ini masih tetangga dengan Fennel. “Keanehan”-nya hanya karena sangat jarang ditemui di Indonesia, karena memang bukan tumbuhan asli negeri kita. Tanaman ini diproduksi secara besar-besaran di negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, Spanyol, dan Italia.
Di indonesia dikenal dengan nama Adas Manis. Bagian yang dapat kita manfaatkan sebagai ramuan herbal adalah buahnya. Aromanya yang kuat dan rasanya yang sedap menjadikan tanaman asli daratan Mediterania ini bisa dibuat rempah-rempah atau penguat rasa aroma makanan yang alami.
Jika anda gemar minum teh dan sedang menyusui, cobalah yang mengandung komposisi anise ini. Selain rasanya yang manis dan sedikit pedas (lebih tepatnya, mint), herbal ini juga dapat membantu meningkatkan suplai air susu ke payudara. Sayangnya, jumlah penelitian ilmiah yang menunjukkan secara khusus manfaat terhadap ASI dan ibu menyusui masih sangat minim.

Orang Indonesia, terutama pedesaan, sangat akrab dengan tumbuhan bernama latin Moringa Oleifera ini. Masyarakat pedesaan sering memanfaatkannya untuk sayur pelengkap hidangan. Biasanya dibuat sayur berkuah.
Namun, tahukah anda kandungan dan manfaatnya?
Untuk kesehatan mata, daun berbentuk oval telur ini memiliki vitamin A empat kali lipat kadarnya dibanding wortel. Jika memiliki masalah dengan gusi berdarah, kekurangan vitamin C, sariawan, maka daun kelor sebaiknya didahulukan. Karena kadar vitamin C-nya tujuh kali lipat dibanding jeruk!
Bagaimana untuk ASI dan ibu menyusui?
Kandungan Vitamin C yang kaya dapat menjadi pelindung bayi dari bahaya polutan atau zat beracun di udara yang berasal dari pembakaran/asap, seperti corong pabrik, asap kendaraan, dan aktifitas-aktiftas industri lainnya.

Tumbuhan herbal ini sudah banyak dijadikan bahan untuk obat-obat alami. Buktinya juga sudah ada, baik dalam hadits maupun secara medis. Hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa habbatussauda adalah obat dari segala macam penyakit kecuali saam, atau kematian, telah menjadikannya spesial. Muslim mana yang masih meragukan khasiatnya jika sudah Rasul yang merekomendasikan? Hadits sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari ini menjadikan habbatussauda idola dalam pengobatan alami.
Secara medis, tanaman yang banyak ditemui secara liar di jazirah arab ini dapat melancarkan ASI bagi ibu menyusui. Kandungan imunnya juga sangat bermanfaat bagi anak untuk menjaga kekebalan tubuhnya dari serangan penyakit. Berikut cara-cara menyajikan jinten hitam, yang dikutip dari www.habbatussauda.org:
Siapkan beberapa gram biji jinten hitam yang sudah siap dimanfaatkan, kemudian ditumbuk halus. Biji hitam yang telah menjadi bubuk, masukkan ke dalam gelas minum ukuran sedang kemudian tambahkan madu asli dan air panas, aduk rata dan minum hasil ramuan tersebut setiap harinya. Manfaatnya adalah menghancurkan batu ginjal, batu urine, memperlancar pengeluaran air seni, memperlancar siklus menstruasi dan meningkatkan produksi ASI.
Sebagai penutup, bicara soal menyusui, sebuah ayat al-Quran menganjurkan untuk memberikan ASI secara eksklusif hingga usia anak mencapai dua tahun, berbunyi:
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 233).
Menurut Ketua Divisi Tumbuh Kembang Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya, DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), fakta ilmiah sudah membuktikan bahwa pemenuhan nutrisi yang optimal pada usia 1000 hari pertama kehidupan tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik dan kecerdasan seorang anak. Tetapi juga berpengaruh terhadap pencegahan munculnya berbagai penyakit di usia dewasa yang dikenal dengan istilah Non Communicable Disease (NCDs), seperti penyakit jantung, pembuluh darah, diabetes dan obesitas, asma dan kanker (Jawa Pos, 26/10/2014).
Dalam dunia medis, 1000 hari pertama yang hanya satu kali terjadi seumur hidup dikenal dengan istilah golden age (usia emas). Perhitungannya dimulai sejak terbentuknya janin (positif hamil) hingga mencapai usia 1000 hari (melahirkan). Sepanjang masa ini terjadi berbagai kejadian penting terkait pertumbuhan dan perkembang anak. Oleh karena itu, sebaiknya pertimbangkan makanan apa saja yang mendukung perkembangannya secara optimal.
Mengkonsumsi makanan atau minuman berkualitas bagi ASI dan ibu menyusui adalah pilihan cerdas. Ada banyak pilihan makanan sehat yang dapat anda pilih. Di antara sekian banyak pilihan tersebut, di sini disajikan 5 macam tanaman yang baik untuk ibu menyusui
- Fenugreek (Hulbah, Helbeh)
Mungkin anda asing dengan nama tumbuhan ini. Di Indonesia nama pohon ini belum luas dikenal karena banyak tumbuh di daratan Eropa, Mesir dan Inggris. Di Indonesia dikenal dengan nama Hulbah, di negara Arab disebut Helbeh. Adapun bentuk pohonnya seperti gambar berikut ini.
Sebagai tumbuhan herbal, khasiat Fenugreek mungkin tidak banyak yang mengetahui, termasuk mungkin anda. Padahal manfaatnya sangat besar. Lalu seperti apa manfaatnya? Terutama sebagai konsumsi penting untuk ibu menyusui?
Sedikit cerita untuk anda. Seorang ibu berprofesi sebagai dosen ITB ingin mengkonsumsi tanaman ini. Karena penasaran khasiatnya maka sang suami mencarikan bukti ilmiahnya. Setelah yakin dan rutin mengkonsumsi ternyata yang dialami ibu tersebut memang benar adanya. Kuantitas air susunya lebih banyak dari pada tidak mengkonsumsi. Karena yakin maka ibu tersebut terus mengkonsumsinya selama masa menyusui.
Kathleen Huggins, seorang konsultan ASI bersertifikat di California, menyebutkan dalam laporannya bahwa sebuah penelitian telah menunjukkan, mengkonsumsi khasiat tanaman ini dapat meningkatkan volume air susu ibu (ASI) hingga 900 kali lipat atau 900 persen. Dia juga merekomendasikan tanaman ini bagi ibu menyusui yang kurang deras air susunya.
Lebih lanjut, US National Institute of Health (Departemen Kesehatan Amerika) juga mengatakan bahwa tanaman ini memang dapat menstimulasi dan meningkatkan produksi ASI. Kandungan minyaknya dipercaya dapat meningkatkan volume ASI. Dahsyat, bukan?
Selanjutnya, anda mungkin penasaran karena belum mencoba dan buru-buru untuk mencarinya di pasar sayur. Tunggu dulu. Sebagai tanaman yang sulit ditemui di pasaran, anda dapat menemukannya lewat produk-produk yang mengandung tanaman ini, biasanya berbentuk kapsul atau minuman teh. Teh berbahan tanaman ini dari segi rasa tidak sama dengan teh pada umumnya. Rasanya sedikit pahit namun dapat dikonsumsi harian seperti teh biasa.
Di India, tanaman ini bahkan dibuat sebagai ramuan tradisional yang menyehatkan dan sebagai bumbu layaknya rempah-rempah dapur. Jadi, siapkah anda mengkonsumsinya untuk keperluan ASI?
- Fennel (adas)
Wah, tanaman aneh apalagi ini? Bagi telinga orang awam, jenis pohon satu ini memang tidak begitu familiar. Namun, di kalangan praktisi kesehatan ibu hamil dan bayi, tanaman ini sangat familiar. Di Indonesia dikenal dengan nama Adas. Sebagai sayur impor, Fennel sangat jarang dijual di pasar tradisional. Bahkan mungkin tidak ada selain di supermarket.
Ada dua jenis yang beredar di Indonesia, yakni Sweet Fennel dan Florence Fennel. Di Indonesia banyak beredar yang Sweet Fennel. Seorang Ibu di blog pribadinya menceritakan bahwa dia pernah dibuat penasaran oleh tanaman satu ini, hingga dia membuatnya dalam olahan salad atau dihidangkan bersama krim maupun yoghurt. Fennel juga dapat dijadikan rempah dapur. Bentuk tanaman dan buahnya seperti gambar di bawah ini. Bagaimana, anda tertarik mencoba?
Manfaatnya tentu saja ada dan tidak jauh berbeda dengan pembahasan Fenugreek di atas, yakni untuk ibu menyusui. Mengutip buku tentang herbal “The Way of Ayurvedic Herbs,” ibu menyusui juga dapat menjadikan tanaman ini sebagai konsumsi harian untuk meningkatkan jumlah dan volume ASI. Mengkonsumsi sekitar 5-7 gram/hari dianggap dalam batas aman bagi orang dewasa.
Menurut Asosiasi Masyarakat Herbal Amerika (The Herb Society of America) sebagai tanaman beraroma kuat biasanya fennel menjadi komposisi dalam bermacam sajian, misalnya biscuit, sosis Italia, dan juga rempah-rempah dapur. Di samping itu, “tea can be made from fennel seeds and leaves,” (daun dan biji tanaman fennel juga menjadi bahan komposisi teh). Begitu bunyi laporannya.
Dalam buku “How Can I Use Herbs in My Daily Life”, ahli herbal Isabel Shipard memaparkan manfaat lain yang cukup menggembirakan. Tanaman fennel dapat mengendalikan berat badan ibu menyusui yang ingin menurunkannya. Khasiatnya dapat membantu pelarutan dan penghancuran timbunan lemak melalui proses pengolahan makanan (metabolisme) di dalam tubuh. Pasca melahirkan, tidak jarang ibu-ibu mengkhawatirkan angka berat badan yang lebih dari biasanya. Bahan makanan atau minuman berkomposisi fennel bisa menjadi pilihan bagus jika anda sangat memperhatikan penampilan badan agar tetap langsing.
- Anise (adas manis)
Untuk jenis tanaman yang satu ini masih tetangga dengan Fennel. “Keanehan”-nya hanya karena sangat jarang ditemui di Indonesia, karena memang bukan tumbuhan asli negeri kita. Tanaman ini diproduksi secara besar-besaran di negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, Spanyol, dan Italia.
Di indonesia dikenal dengan nama Adas Manis. Bagian yang dapat kita manfaatkan sebagai ramuan herbal adalah buahnya. Aromanya yang kuat dan rasanya yang sedap menjadikan tanaman asli daratan Mediterania ini bisa dibuat rempah-rempah atau penguat rasa aroma makanan yang alami.
Jika anda gemar minum teh dan sedang menyusui, cobalah yang mengandung komposisi anise ini. Selain rasanya yang manis dan sedikit pedas (lebih tepatnya, mint), herbal ini juga dapat membantu meningkatkan suplai air susu ke payudara. Sayangnya, jumlah penelitian ilmiah yang menunjukkan secara khusus manfaat terhadap ASI dan ibu menyusui masih sangat minim.
- Moringa (daun kelor)
Orang Indonesia, terutama pedesaan, sangat akrab dengan tumbuhan bernama latin Moringa Oleifera ini. Masyarakat pedesaan sering memanfaatkannya untuk sayur pelengkap hidangan. Biasanya dibuat sayur berkuah.
Namun, tahukah anda kandungan dan manfaatnya?
Untuk kesehatan mata, daun berbentuk oval telur ini memiliki vitamin A empat kali lipat kadarnya dibanding wortel. Jika memiliki masalah dengan gusi berdarah, kekurangan vitamin C, sariawan, maka daun kelor sebaiknya didahulukan. Karena kadar vitamin C-nya tujuh kali lipat dibanding jeruk!
Bagaimana untuk ASI dan ibu menyusui?
Kandungan Vitamin C yang kaya dapat menjadi pelindung bayi dari bahaya polutan atau zat beracun di udara yang berasal dari pembakaran/asap, seperti corong pabrik, asap kendaraan, dan aktifitas-aktiftas industri lainnya.
- Habbatussauda (jinten hitam)
Tumbuhan herbal ini sudah banyak dijadikan bahan untuk obat-obat alami. Buktinya juga sudah ada, baik dalam hadits maupun secara medis. Hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa habbatussauda adalah obat dari segala macam penyakit kecuali saam, atau kematian, telah menjadikannya spesial. Muslim mana yang masih meragukan khasiatnya jika sudah Rasul yang merekomendasikan? Hadits sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari ini menjadikan habbatussauda idola dalam pengobatan alami.
Secara medis, tanaman yang banyak ditemui secara liar di jazirah arab ini dapat melancarkan ASI bagi ibu menyusui. Kandungan imunnya juga sangat bermanfaat bagi anak untuk menjaga kekebalan tubuhnya dari serangan penyakit. Berikut cara-cara menyajikan jinten hitam, yang dikutip dari www.habbatussauda.org:
Siapkan beberapa gram biji jinten hitam yang sudah siap dimanfaatkan, kemudian ditumbuk halus. Biji hitam yang telah menjadi bubuk, masukkan ke dalam gelas minum ukuran sedang kemudian tambahkan madu asli dan air panas, aduk rata dan minum hasil ramuan tersebut setiap harinya. Manfaatnya adalah menghancurkan batu ginjal, batu urine, memperlancar pengeluaran air seni, memperlancar siklus menstruasi dan meningkatkan produksi ASI.
Sebagai penutup, bicara soal menyusui, sebuah ayat al-Quran menganjurkan untuk memberikan ASI secara eksklusif hingga usia anak mencapai dua tahun, berbunyi:
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 233).
Setuju banget.. Pemberian ASI adalah investasi seumur hidup bagi seorang anak
BalasHapusYukkk kita dukung pemberian ASI ekslusif
Artikel Bagus.. Terima kasih (",)
Mau tanya ni... selain itu... saya pernah dengar, kalau kedelai juga bisa melnacarkan asi, ada gak ya jurnal pembuktiaannya?
BalasHapus