4 Referensi Online untuk Ibu Menyusui yang Perlu Dicoba
Malam-malam, sebut saja namanya Ani, bingung dengan anaknya yang bernama Andi yang tiba-tiba menangis keras meskipun sudah disusui. Bayinya yang masih berusia empat bulan kaget terbangun. Ani tidak tahu penyebab pastinya karena baru pertama kali menyusui anak. Padahal sebelumnya Andi tidak pernah seperti itu. Sebagai ibu muda dia bingung dan membangunkan suami untuk membantu.
Untuk ke dokter atau ke bidan yang menangani persalinannya tidak memungkinkan, karena waktunya sudah larut malam. Beruntung suaminya, Susanto, kebetulan pernah membaca di sebuah alamat website dan majalah langganannya tentang situasi seperti itu. Dia mencari majalah tersebut. Ah, tapi tidak ada.
Tidak kehabisan akal, suaminya segera mencari apa yang bisa dilakukan terhadap anaknya yang demikian lewat media internet. Dan, ketemu! Apa yang dibacanya dari sana membantu sekali. Dia mengikuti langkah yang ditulis dalam website tersebut terkait dengan masalah yang dihadapinya. Bahkan dia me-“bookmark” alamat website itu, untuk jaga-jaga jika suatu saat dia membutuhkan ilmu lain terkait permasalahan anaknya.
Begitulah gambaran cerita kekompakan sebuah keluarga dalam menangani segala keperluan anak, termasuk masalah yang dihadapi Si Kecil yang berarti juga masalah ayah dan bundanya.
Bila anda pernah kebingungan saat menghadapi masalah Si Kecil, tak ada salahnya mempertimbangkan beberapa referensi pengetahuan tentang ASI dan menysui yang terangkum dalam artikel kali ini. Sebelum anda membaca lebih lanjut, perlu diketahui bahwa referensi yang disajikan di sini sebatas untuk memperkaya wawasan pengetahuan dan pendidikan tentang ASI dan menyusui. Untuk penanganan lebih lanjut anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter dan konsultan ASI. Berikut selengkapnya.
- Sentra Laktasi Indonesia (Selasi)
“Pada tahun 2002, jumlah ibu yang memberikan ASI secara eksklusif hingga usia bayi 6 bulan adalah 7,8 persen. Pada tahun 2007 justru menurun menjadi 7,2 persen. Rata-rata bayi Indonesia mendapat ASI eksklusif hanya sampai bulan ke-2. Inikah generasi Indonesia masa depan?”
Kutipan di atas adalah kalimat yang terpampang di website resmi Yayasan Sentra Laktasi Indonesia. Sebagai sebuah lembaga yang fokus pada kampanye pemberian ASI secara eksklusif, referensi satu ini menjadi tempat yang bagus untuk mengetahui seputar topik tentang ASI dan laktasi. Mama akan menemukan berbagai informasi berkaitan dengan ASI dan menyusui.
Jika anda ingin mengikuti kegiatannya, tak ketinggalan Sentra Laktasi Indonesia (selasi) juga mengadakan pelatihan untuk kelas ASI-menyusui yang berstandar UNICEF dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Pelatihan rutin ini memberikan pengetahuan tentang menjadi ibu yang melek ASI. Menarik, bukan? Sudah banyak ibu-ibu yang mengikuti dan merasakan manfaatnya. Sudah ratusan angkatan yang mengikutinya dan menjadi konselor ASI-menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Jadi, selamat datang generasi cerdas sehat Indonesia dengan melek ASI.
- The Urban Mama
Satu lagi persembahan untuk mama untuk melek ASI. Di ‘The Urban Mama’ anda juga dapat menemukan berbagai wawasan untuk menyusui dan ASI. Beberapa pengelolanya juga adalah dokter spesialis anak yang peduli pada ASI eksklusif dan tumbuh kembang bayi.
Bagi ibu-ibu yang hobi memasak tak ada salahnya jika mencoba resep-resep yang diberikan untuk dijadikan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Resepnya tidak semua makanan tapi yang hanya ada hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan ASI dan Si Kecil.
Ada dua pilihan memanfaatkan ‘The Urban Mama’. Pilihan pertama anda bisa sebatas menjadi pengunjung lepas yang membaca tips-tips yang disajikan. Artinya, anda cukup menjadi pengunjung umum (random). Pilihan yang kedua, anda dapat menjadi anggota dengan mendaftar gratis sehingga mendapat keistimewaan tertentu.
Keuntungan jika anda menjadi anggota adalah dapat berdiskusi dan belajar dari pengalaman ibu-ibu lain dalam proses memberikan ASI eksklusif dan menyusui. Anda bisa bergabung dengan komunitas para mama dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka saling berbagi pengalaman, tips, dan cara-cara tertentu. Dengan kata lain, anda akan “ngerumpi online” seputar ASI namun tetap ada yang mengendalikan “celotehan anda, yakni konten dari dokter yang ada di ‘The Urban Mama.’ Kesimpulannya, di “jejaring ngerumpi ilmiah” ini mama diajak untuk tidak seperti katak dalam tempurung merindukan pungguk alias kuper (kurang pergaulan) dan Kudet (kurang apdet). Tertarik mencoba?
- Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)
Nah, kalau yang ini berangkat dari kesamaan pemikiran akan pentingnya ASI dan membangun generasi cerdas dengan ASI. Para mama membentuk wadah bernama AIMI dan membentuk perkumpulan. Kegiatan yang diadakan pun tak jauh-jauh dari persoalan menyusui dan ASI. Di beberapa daerah wadah dari gerakan ini sering mengadakan kegiatan yang membantu para ibu menyusui untuk mengetahui lebih jauh persoalan ASI. Anggotanya pun dari berbagai latar belakang dan profesi.
Kabar baiknya, perkumpulan ini juga menyediakan informasi secara online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja asal terhubung dengan internet. Para ibu, termasuk anda jika sedang menyusui, dapat menemukan berbagai tips dan pengetahuan bagaimana menyusui dan memberikan ASI secara baik dan benar. Tak ketinggalan jadwal kegiatan berkala juga tersedia di dalamnya, seperti pelatihan, penyuluhan, pertemuan rutin dan kegiatan positif lainnya. Cabangnya juga tersebar di beberapa daerah Indonesia, seperti yang terbaru di Purwokerto. Ada juga di Bekasi, Kalimantan, Sulawesi, Jogjakarta, Bali, Jawa Timur (Surabaya) dan masih banyak lagi.
Jika tertarik dengan asosiasi ini mama bisa mencoba untuk mengaksesnya dan menemukan banyak manfaat di dalamnya. Jika kebetulan kegiatan yang diadakan berlokasi di kota anda atau dekat dengan lokasi anda tinggal, ide bagus jika ikut bergabung dan mengikuti rangkaiannya. Menjadi ibu modern yang peduli anak dan ASI dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk aktif dalam forum-forum yang membahas tentang ASI dan ibu menyusui. Tambahan lagi, anda juga dapat mengintip lewat fanspage di akun Facebook organisasi ini. Di sana anda dapat berbagi pengalaman dengan ibu-ibu yang lain. Salam menyusui.
- Ayah ASI
Selama ada bayi, berarti pasti ada ayah di baliknya. Tapi tidak ada sepanjang sejarah seorang ayah yang menyusui. Lalu apa sebenarnya perannya dalam keluarga dan menyusui? Segalanya! Nah, kali ini agak berbeda dari ketiga referensi di atas. Sebagai istri anda dapat mengajak suami untuk ikut peduli ASI. Dengan dukungan suami pula anda bisa mengikuti kelas-kelas pelatihan tentang ASI dan menyusui. Romantis, bukan? Sebagai referensi untuk Papa, anda bisa mengajaknya untuk “gaul” soal ASI lewat website ini. Bahkan, kalau perlu ajak Papa untuk membaca buku tentang “Ayah ASI” dan menyusui. Tak ada salahnya seru berdua, kan?
Becky Flora, seorang konsultan ASI di Toronto, Amerika Serikat menyayangkan ketika dia menjadi instruktur dalam kelas ASI tapi tidak tampak sosok suami. Atau kalau pun ada hanya beberapa. Padahal sudah banyak banyak penelitian yang menunjukkan bahwa peran suami/ayah dalam masa pemberian ASI eksklusif sangatlah penting. Misalnya, peran dalam menjadi bagian tim, membangun keceriaan, memberi perhatian kepada istri yang sedang menyusui, dan masih banyak peran penting lainnya yang tak bisa dikesampingkan, apalagi di serahkan sepenuhnya kepada istri.
Nah, menyadari hal itulah penting juga menjadi ayah yang ikut “menyusui” dengan cara dan dari sisi laki-laki yang ikut mendukung perkembangan Si Kecil. Dari komunitas ‘Ayah ASI’ ini ayah juga bisa belajar tentang apa itu menyusui dan apa itu ASI serta peran pentingnya bagi bayi. Dengan kaya wawasan maka proses menyusui dapat berjalan sukses baik bagi bayi, ibu, dan ayah sehingga berdampak pada keluarga juga.
‘Ayah ASI’ juga dapat diikuti lewat fans page resmi di akun Facebook-nya. Di sana banyak hal-hal seru dan menarik sebagai ayah. Bahasanya juga dikemas dengan sangat ringan dan menarik. Saking uniknya, komunitas laki-laki peduli ASI ini sampai diundang untuk menjadi nara sumber dalam salah satu acara talkshow stasiun televisi swasta nasional. Tmbahan lain, akun twitter @ID_AyahASI juga dapat di-follow ayah dan lihat apa saja keuntungannya. Yuk, Jadi Ayah ASI dan “Menyusui”.
Wah bagus sekali bund artikelnya
BalasHapusjangan lupa kunjungi web kami ya bun